Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»4 Penyakit yang Mengintai Akibat Sering Makan Gorengan
    Inspiring You

    4 Penyakit yang Mengintai Akibat Sering Makan Gorengan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 November 2023Updated:21 November 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Gorengan adalah salah satu makanan yang paling digemari masyarakat Indonesia. Tidak hanya sebagai camilan, gorengan biasanya dikonsumsi sebagai pendamping minum teh, kopi, hingga makanan berat.

    Sudah bukan rahasia lagi kalau terlalu banyak mengonsumsi gorengan dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), terlalu banyak makan gorengan mampu meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga obesitas.

    “Makanan yang dilapisi dengan tepung dan digoreng memiliki kandungan kalori yang tinggi. Proses menggoreng dapat mengurangi nilai gizi pada bahan utama karena akan menambah kalori dan kandungan lemak,” tulis Kemenkes RI, dikutip Selasa (21/11/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lantas, apa saja dampak buruk kesehatan yang mengintai jika terlalu banyak mengonsumsi gorengan? Berikut rangkumannya, melansir dari berbagai sumber.

    1. Obesitas

    Melansir dari laman Kemenkes RI, gorengan mengandung lebih banyak kalori jika dibandingkan dengan makanan lainnya karena terbukti menyerap lemak yang terdapat di minyak.

    Maka dari itu, terlalu banyak mengonsumsi gorengan bisa meningkatkan risiko obesitas karena asupan kalori yang diserap tubuh terlalu tinggi.

    Selain itu, sebuah studi yang dipublikasikan PubMed Central mengungkapkan bahwa lemak trans yang terkandung di gorengan dapat berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan risiko obesitas. Sebab, lemak trans dapat meningkatkan nafsu makan dan menambah penyimpanan lemak.

    2. Diabetes Melitus Tipe 2

    Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi gorengan bisa meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2.

    Sebuah studi pada 2005 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi gorengan lebih dari dua kali dalam seminggu berisiko dua kali lipat mengalami resistensi insulin dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsinya kurang dari sekali seminggu .

    Selain itu, studi yang dipublikasikan American Journal Clinical Nutrition menunjukkan, orang yang mengonsumsi empat hingga enam porsi gorengan dalam seminggu berisiko 39 persen lebih tinggi mengidap diabetes melitus tipe 2.

    Lalu, penelitian lain menyatakan bahwa seseorang yang mengonsumsi gorengan tujuh kali per minggu berpotensi 55 persen lebih tinggi mengalami diabetes melitus tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu porsi per minggu.

    3. Penyakit Jantung

    Melansir dari Healthline, mengonsumsi gorengan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, mengurangi kadar kolesterol HDL, hingga obesitas yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

    Dua studi observasional besar menemukan bahwa semakin sering orang mengonsumsi gorengan maka semakin besar risiko penyakit jantung. Sementara itu, mereka yang sering mengonsumsi buah-buahan dan sayuran berisiko rendah mengalami penyakit jantung.

    Sementara itu, Kemenkes RI menyebutkan, minyak goreng yang digunakan untuk gorengan mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans sehingga meningkakan kadar kolesterol darah.

    “Peningkatan kolesterol ini bisa menjadi akar dari berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke,” tulis Kemenkes RI.

    Menurut 17 studi yang dipublikasikan Heart, gorengan terbukti meningkatkan risiko serangan jantung, penyumbatan arteri koroner, gaga; jantung, dan stroke.

    Salah satu studi yang meneliti 750 ribu orang menemukan bahwa orang yang setiap hari mengonsumsi gorengan memiliki risiko 28 persen lebih tinggi untuk mengalami maslah jantung. Selain itu, setiap 114 gram gorengan mampu meningkatkan risiko keseluruhan sebanyak tiga persen.

    4. Kanker

    Selama proses menggoreng, suhu tinggi membentuk zat akrilamida yang mampu meningkatkan risiko kanker. Menurut Kemenkes RI, makanan bertepung mengandung zat akrilamida yang lebih tinggi ketika terpapar suhu tinggi.

    Jika terlalu banyak dikonsumsi, zat akrilamida berpotensi menyebabkan beberapa jenis kanker, salah satunya kanker ovarium. Selain itu, lemak trans yang terkandung di dalam gorengan juga bisa meningkatkan jumlah senyawa penyebab peradangan tubuh.

    “Hal ini turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker,” tegas Kemenkes RI.


    Artikel Selanjutnya


    Ini Syok Sepis, Dialami Fajri Obesitas 300 Kg Sebelum Wafat

    (hsy/hsy)


    Mind your business True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.