Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Alasan Ribuan Burung Pemangsa Dari Rusia Hijrah ke Karawang
    Inspiring You

    Alasan Ribuan Burung Pemangsa Dari Rusia Hijrah ke Karawang

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 November 2023Updated:18 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ribuan burung pemangsa dari Rusia masuk ke Indonesia. Communication Partnership Adviser Burung Indonesia, Ria Saryanthi menjelaskan soal penyebab fenomena tersebut terjadi.

    Dia mengatakan burung raptor Siberia memiliki kebiasaan bermigrasi ke wilayah tropis saat musim dingin. Kawanan burung tersebut mampu pergi melintasi benua agar bisa sampai ke tempat yang lebih hangat.

    “Fenomena alam yang berharga ini terjadi secara reguler di mana burung-burung tersebut terbang berpindah dari lokasi, dan berkembangbiak pada saat musim dingin ke lokasi yang hangat guna menghabiskan waktunya menunggu musim dingin selesai,” ujarnya, seperti dikutip dari detikJabar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ribuan burung itu, Ria menjelaskan telah bepergian melalui daratan sebelah timur. Dari China, Semenanjung Malaya dan berakhir di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

    Kawanan tersebut terlihat di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Ribuan burung terlihat terbang di wilayah tersebut pada bulan Oktober 2023 lalu pukul 07:00 WIB.

    Tercatat empat jenis burung migran yang berada di Pegunungan Sanggabuana. Informasi berasal dari pengamatan selama empat hari sejak 29 Oktober hingga 1 November 2023 lalu.

    “Kita berhasil mengamati Pernis ptilorhynchus, Accipiter gularis, Accipiter soloensis, dan Merops philippinus, yang bermigrasi dari Siberia dan singgah berkembang biak di Pegunungan Sanggabuana,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, burung raptor merupakan pemakan daging (karnivora). Burung ini memiliki tiga karakteristik yakni penglihatan yang tajam, delapan cakar tajam, dan paruh yang bengkok.

    Burung raptor telah ada sejak 50-75 juta tahun lalu dalam berbagai bentuk. Di dunia terdapat 482 spesies raptor, 304 spesies diurnal yang aktif di siang hari, dan 178 spesies nokturnal (aktif di malam hari).

    (fsd/fsd)


    Berani sukses Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.