Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Keajaiban Disney Hilang, Perusahaan Disebut dalam Bahaya
    Inspiring You

    Keajaiban Disney Hilang, Perusahaan Disebut dalam Bahaya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 November 2023Updated:9 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Selama satu abad terakhir, Disney telat berkembang menjadi salah satu perusahaan media dan hiburan publik terbesar di dunia. Bahkan kapitalisasi pasarnya lebih dari US$150 miliar atau sekitar Rp2.351triliun.

    Namun masa depan perusahaan yang baru merayakan hari jadinya yang ke-100 bulan lalu ini kian tak pasti. Dapat dikatakan keajaiban telah hilang bagi The Walt Disney Company.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Laporan CNN International menyebut House of Mouse berada dalam bahaya karena beberapa faktor. Salah satu faktornya adalah bisnis streaming yang masih belum menguntungkan.

    Disney juga menghadapi pemogokan aktor yang sedang berlangsung di Hollywood, termasuk penurunan angka pengunjung di Disney World Resort di Florida tengah, Amerika Serikat (AS). Faktor perselisihan hukum dengan calon presiden dari Partai Republik, Gubernur Florida Ron DeSantis juga menambah beban, ditambah ketidakpastian seputar rencana suksesi CEO Robert ‘Bob’ Iger.

    “Seperti para pesaingnya, Disney menghadapi lingkungan media yang tidak menentu karena semakin banyak pemirsa yang mengabaikan TV linier dan lebih memilih sumber hiburan yang tidak dikontrol oleh Big Media, termasuk TikTok dan YouTube,” demikian laporan tersebut, dikutip Kamis (9/11/2023).

    Saham Disney, dengan harga sekitar US$84 per saham, berada pada level terendah dalam hampir sepuluh tahun. Angka ini turun 8% sejak Bin Iger kembali menjabat sebagai CEO pada November lalu, dan turun 3% sejak awal tahun.

    Hal ini berbanding terbalik dengan beberapa pesaing Disney. Di mana saham Comcast naik lebih dari 18% tahun ini, dan Warner Bros Discovery naik 22%.

    “Perusahaan melaporkan pendapatan kuartalannya pada Rabu sore dan sedikit meleset dari ekspektasi penjualan tetapi melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Perusahaan ini menambah 7 juta pelanggan inti Disney+ dan mempersempit kerugian streamingnya. Namun Iger mengumumkan pemotongan biaya yang lebih besar di perusahaannya,” jelas laporan CNN Indonesia.

    PHK Karyawan 7.000 Karyawan

    Sementara itu, awal tahun ini, CEO Iger mengumumkan bahwa raksasa media tersebut akan memecat sekitar 7.000 karyawan dari angkatan kerja globalnya dalam tiga gelombang. Iger sendiri tiba-tiba keluar dari masa pensiunnya untuk mengambil alih lagi peran CEO Disney setelah dewan direksi tiba-tiba memecat penggantinya, Bob Chapek.

    Iger telah berjanji bahwa dalam tindakan keduanya sebagai CEO, dia “sangat fokus” untuk menemukan CEO yang layak untuk menggantikannya ketika kontraknya berakhir pada akhir tahun 2026. Meskipun tidak jelas apakah pencarian CEO baru telah membuahkan hasil sejauh ini.

    (sef/sef)


    Ide Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.