Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Indonesia Catat 35 Kasus Cacar Monyet, Semua Pasien Laki-laki
    Inspiring You

    Indonesia Catat 35 Kasus Cacar Monyet, Semua Pasien Laki-laki

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman7 November 2023Updated:7 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan penambahan jumlah kasus penyakit cacar monyet atau monkeypox di Indonesia, Selasa (7/11/2023).

    Ketua Satgas Cacar Monyet PB IDI, Dr. Hanny Nilasari, SpDV mengungkapkan bahwa berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) per Senin (6/11/2023) pukul 19.00 WIB, total jumlah kasus cacar monyet di Indonesia adalah 35 kasus.

    “Jadi, sudah ada 29 kasus terkonfirmasi di DKI Jakarta. Kemudian, ada lima kasus terkonfirmasi di Jawa Barat dan satu kasus terkonfirmasi di Banten sehingga jumlah kasus yang terkonfirmasi pada saat ini adalah 35 kasus,” ujar Dr. Hanny dalam temu media daring IDI, Selasa (7/11/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berdasarkan data yang diperoleh IDI dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, sebanyak 28 pasien cacar monyet mengalami penyakit penyerta atau komorbid. Komorbid terbanyak yang dialami oleh pasien cacar monyet di DKI Jakarta adalah HIV, yakni sebanyak sepuluh kasus.

    “Sepuluh orang dari 28 dengan penyakit HIV, kemudian tiga dari 28 orang terkait atau bersamaan dengan infeksi sifilis, dan sembilan dari 28 pasien itu terinfeksi HIV sekaligus sifilis,” ungkap Dr. Hanny.

    Selain itu, Dinkes DKI Jakarta juga mencatatkan satu pasien dengan komorbid HIV, sifilis, HbsAg positif atau hepatitis B, sekaligus hipertensi; satu pasien mengidap HIV serta hipertensi; dan tiga pasien tidak mengalami komorbid.

    “Sedangkan untuk 7 pasien lainnya (di Jawa Barat dan Banten) belum ada data real-nya sehingga saya belum bisa menginformasikan secara detail,” kata Dr. Hanny.

    Lebih lanjut, Dr. Hanny menyebutkan bahwa seluruh pasien cacar monyet adalah laki-laki. Khusus di DKI Jakarta, hampir sebagian kasus cacar monyet dialami oleh pasien dengan riwayat seks sesama jenis.

    “24 dari 28 orang adalah LSL atau laki-laki yang melakukan kontak seksual dengan laki-laki. Jadi, hampir 90 persen adalah seorang LSL,” papar Dr. Hanny.

    “Kemudian, dua orang lainnya adalah heteroseksual atau yang melakukan kontak seksual laki-laki dengan perempuan. Sementara yang tidak diketahui satu orang dan yang lainnya adalah satu orang,” lanjutnya.

    Sebagai informasi, cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus monkeypox tergolong ke dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae.


    Artikel Selanjutnya


    Kemenkes Ungkap Biang Kerok Kasus Cacar Monyet Bertambah

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Ide Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.