Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Fakta Ilmiah Air Galon BPA, Jangan Sampai Tertipu!
    Inspiring You

    Fakta Ilmiah Air Galon BPA, Jangan Sampai Tertipu!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman14 Oktober 2023Updated:14 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Unggahan TikTok dr Richard Lee kembali membuat heboh, setelah menyebutkan kemasan merek salah satu produsen air minum di Indonesia masih menggunakan bahan Bisphenol A atau BPA.

    Dalam unggahannya itu, influencer di sosial media tersebut mengungkapkan bahwa bahan yang digunakan perusahaan air minum itu bahkan telah dilarang di Eropa sebagai galon untuk pengemas air minum.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Dan sangat mengejutkan sekali, merek terbesar di Indonesia masih menggunakan polikarbonat yang di dalamnya masih ada cemaran BPA-nya,” kata dia dalam akun TikTok @drrichardlee dikutip, Sabtu (14/10/2023).

    Lantas apakah air yang tercemar BPA berbahaya? Berikut ini penjelasan dari sejumlah ahli.

    Apa itu BPA?

    Sebelum memahami bahaya atau tidaknya cemaran BPA pada air minum, penting untuk memahami apa itu BPA.

    Dilansir Mayo Clinic, BPA adalah bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat plastik polikarbonat dan resin epoksi sejak 1950 silam. Umumnya, plastik polikarbonat dan resin epoksi digunakan sebagai wadah makanan, botol minum, botol air plastik, hingga produk kebersihan.

    Dalam studi yang dipublikasikan Cancer Research UK pada 2021 menemukan bahwa BPA terbukti tidak menyebabkan kanker. Sebab, kadar BPA yang terdapat di wadah atau kemasan plastik masih tergolong sangat rendah sehingga masih aman jika masuk ke dalam tubuh manusia.

    Kendati begitu, dokter spesialis penyakit dalam, dr. Aru Ariadno, mengatakan bahwa BPA tetap meningkatkan risiko masalah kesehatan serius karena bersifat beracun dan berbahaya bila masuk ke dalam tubuh.

    “Yang jadi masalah, BPA ini bahan yang beracun dan bisa mencemari makanan yang dibungkus atau cairan yang ditampung dalam plastik BPA,” ujar dr. Aru kepada CNBC Indonesia, Senin (2/10/2023).

    “Jika kita terpapar oleh plastik BPA, ada sejumlah masalah kesehatan bisa muncul, seperti gangguan berat badan pada bayi, gangguan hormonal, kanker, sindrom ovarium polikistik, sampai kelahiran prematur,” jelas dr. Aru.

    Terkait hasil penelitian yang berbeda soal dampak BPA terhadap tubuh, dr. Aru menyarankan masyarakat untuk menghindari penggunaan bahan-bahan plastik, terutama yang mengandung BPA. Terlebih, sejumlah negara, seperti Prancis; Amerika Serikat; Denmark; Malaysia; dan Australia telah melarang penggunaan BPA karena berdampak buruk bagi kesehatan.

    “Sebaiknya hindari penggunaan BPA. Sepanjang masih ada pendapat-pendapat yang saling bertentangan, kita ambil yang aman saja,” tegas dr. Aru.

    “Dan untuk itu dibutuhkan campur tangan pemerintah untuk menegakkan apakah [penggunaan BPA] boleh atau tidak berdasarkan keilmuan yang ada,” lanjutnya.

    (fab/fab)


    Berani sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.