Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kisah Pilu Omang, Penderita Kelainan Kulit yang Kurus Kering
    Inspiring You

    Kisah Pilu Omang, Penderita Kelainan Kulit yang Kurus Kering

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 September 2023Updated:19 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    “Sudah bisa sembuh aja, sudah seneng Omang. Sudah nggak ngerepotin ceuceu-ceuceu (kakak), adik-adik.”

    Kalimat ini terucap dari mulut Komarudin yang tak mampu berbuat banyak lantaran kelainan kulit yang dideritanya. Penyakit Komarudin atau Omang (26) sudah menjalar hingga 70 persen tubuhnya sampai rambutnya rontok, giginya tanggal, bahkan kehilangan kuku jari tangan dan kaki. Tubuhnya pun sekarang kurus kering dan rapuh.

    Oleh dokter, Omang didiagnosa tidak memiliki kulit ari yang membuat kulitnya sangat tipis, mudah terluka dan terkelupas.

    “Sakit, perih, sama nggak bisa ngapa-ngapain sih. Itu apa. Kalau panas tinggi banget sama kena matahari itu pasti ke sininya tuh ada cairan-cairan gitu loh. Kulitnya tuh,” keluh Omang.

    Omang pun tak bisa makan nasi karena terlalu keras sehingga makanan seperti bubur yang hanya bisa dikonsumsi Omang.

    Patah tulang punggung yang dialaminya 10 tahun lalu kian memperparah kemampuan geraknya. Dalam kesehariannya, Omang hanya bisa beraktivitas di dalam bilik sewaan seluas 2×2,5 meter yang dibayarkan adiknya, Narti, untuknya yang juga ikut merawat Omang.

    Sejak kematian ibunya, Omang jatuh dalam keterpurukan dan selalu merasa menjadi beban bagi keluarganya karena penyakitnya yang membuat dia tak bisa melakukan apa apa. Terlebih pada tahun 2020, ayahnya turut berpulang.

    “Biasanya tuh kadang kalau misalnya lagi berdua gitu kan suka nangis. Kayak gini nggak ada Ibu. Dia kan bener-bener ngerasa di titik terendahnya semenjak Ibu udah nggak ada. Kalau bukan kita yang ngurusin Ya siapa lagi gitu. Itu sih paling. Omangnya yang kuat, Omang bukan beban kok buat kita kayak gitu. Omang tuh pahala buat kami,” tutur Ina, adik Omang.

    Narti dan Ina adalah salah dua dari tujuh saudara Omang yang akan selalu siap siaga untuk Omang. Meskipun Narti hanya bekerja sebagai ART dan suaminya yang hanya penjual es Jaipong, mereka tidak pernah mengeluh menjadi garda terdepan untuk Omang.

    Tidak bisa dipungkiri, dengan latar belakang ekonomi yang terbatas, Omang bahkan tak lagi ingat kapan terakhir kali ia mendapatkan pengobatan yang layak atas penyakit kulit yang dideritanya.

    Sahabat Baik, siapapun pasti terenyuh mendengar kisah Omang dengan segala keterbatasannya yang mengingatkan untuk kembali bersyukur atas hal-hal kecil yang dimiliki dalam hidup.

    Mari kita bersama-sama kuatkan hati Omang dan juga membantu biaya pengobatannya dengan Donasi di berbuatbaik.id. Seluruh donasi yang #sahabatbaik berikan akan disalurkan 100% tanpa ada potongan sepeserpun.

    Yuk, kita bersama-sama sebarkan kebaikan mulai hari ini.

    Artikel selengkapnya >>> Klik di sini


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT


    Artikel Selanjutnya


    Kisah Mak Piyah, Cari Nafkah Serabutan dan Rawat Suami Lumpuh

    (Sumber: CNBC.com )


    Selalu Semangat True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.