Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Jangan Anggap Sepele, Ini Jenis Nyeri Sakit Kepala Berbahaya
    Inspiring You

    Jangan Anggap Sepele, Ini Jenis Nyeri Sakit Kepala Berbahaya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 September 2023Updated:18 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Nyeri kepala sangat umum terjadi pada sejumlah orang. Biasanya, sakit tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan dari dokter.

    Menurut Spesialis Dokter Saraf Berpengalaman Dr. Istiana Sari, nyeri kepala dapat dikategorikan sebagai nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Perbedaan dari keduanya terletak pada penyebab dasarnya.

    “Nyeri kepala primer disebabkan oleh perilaku sehari-hari yang tidak baik seperti kurang tidur, telat makan yang menyebabkan migrain, sakit kepala cluster dan sakit kepala tegang,” kata dr Istiana dalam Webinar Rumah Sakit Antam Medika Nyeri kepala dan Tanda Bahayanya, Senin (18/9/2023).

    Lebih lanjut, ia mengatakan sakit kepala sekunder terjadi akibat penyakit tertentu yang mengaktifkan saraf nyeri di kepala. Kondisi ini bisa dipicu oleh sejumlah penyakit, seperti sinusitis akut, sakit gigi, infeksi telinga, cedera kepala, hipertensi, tumor otak, stroke, keracunan zat kimia atau gangguan pembuluh darah otak.

    Ada beberapa ciri dan jenis sakit kepala yang berbahaya pada sakit kepala sekunder seperti sakit kepala disertai gejala tertentu. Seperti demam dan kejang, sakit kepala disertai muntah, sakit kepala berdenyut dan sakit kepala berulang yang terjadi sekitar 15 hari atau lebih dalam sebulan, selama lebih dari tiga bulan.

    Apabila mengalami salah satu dari gejala sakit kepala yang berbahaya jangan anggap sepele. Sebaiknya, segera konsultasikan untuk dievaluasi oleh dokter saraf terkait.

    Untuk menentukan penyebab sakit kepala, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, CT scan, MRI, dan Elektroensefalografi (EEG) jika diperlukan. Selanjutnya, dokter akan memberikan penanganan sakit kepala sesuai penyebab yang mendasarinya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    (Sumber: CNBC.com )


    Mind your business True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.