Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»5 Makanan Indonesia ‘Warisan’ Belanda: Spikoe hingga Perkedel
    Inspiring You

    5 Makanan Indonesia ‘Warisan’ Belanda: Spikoe hingga Perkedel

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 September 2023Updated:18 September 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia memiliki kekayaan budaya, bahasa, sumber daya alam, hingga kuliner yang beragam. Sebagai negara jajahan Belanda, sejumlah kuliner yang familier di Indonesia ternyata adalah makanan hasil adaptasi kebudayaan kompeni.

    Meskipun menggunakan resep yang serupa dengan warisan Belanda, cita rasa yang dimiliki makanan-makanan tersebut sudah sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.

    Berikut adalah daftar makanan Indonesia hasil ‘warisan’ Belanda.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Spikoe




    Foto: Instragram @srk_spikoeresepkuno
    Spikoe Resep Kuno

    Spikoe atau kue lapis Surabaya adalah salah satu makanan khas Indonesia yang ternyata adalah hasil ‘warisan’ Belanda. Nama ‘Spikoe’ berasal dari bahasa Belanda, yakni ‘Speekok‘.

    Pada zaman dahulu, Spikoe disajikan sebagai makanan pelengkap jamuan minum teh bangsawan Belanda. Umumnya, Spikoe diisi dengan selai yang dioleskan di setiap lapisannya. Selain itu, beberapa Spikoe juga dimodifikasi dengan diberikan topping tambahan kismis.

    2. Klappertart




    Klappertart. (Dok. bppbj.jakarta.go.id)Foto: Klappertart. (Dok. bppbj.jakarta.go.id)

    Klappertart adalah salah satu makanan khas Manado, Sulawesi Utara. Makanan manis dan gurih ini berasal dari kata ‘klapper‘ yang merujuk pada kata ‘kelapa’ dan ‘taart‘ yang berarti ‘kue’ dalam bahasa Belanda.

    Mengutip dari essay berjudul Klappertaart: an Indonesian-Dutch influenced traditional food, para pedagang Belanda yang datang ke Manado memperkenalkan resep Klappertart setelah menyadari kekayaan hasil kelapa Indonesia yang melimpah.

    Makanan yang dikonsumsi oleh bangsa Belanda golongan menengah ke atas ini menggunakan bahan dasar daging kelapa, kacang kenari, kismis, kayu manis, dan tepung terigu.

    3. Semur

    Semur adalah salah satu makanan olahan daging yang populer di tengah masyarakat Indonesia. Namun, tak banyak yang tahu bahwa makanan dengan cita rasa yang khas dengan selera orang Indonesia ini sebenarnya ‘warisan’ Belanda.

    Melansir dari laman Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Semur berasal dari kata ‘Smoor‘ yang dalam bahasa Belanda berarti masakan yang direbus dengan tomat dan bawang secara perlahan. Makanan berkuah ini muncul ketika bangsa Belanda meracik lada, kayu manis, jahe, kemiri, kecap, dan cengkeh.

    “Ketika itu, orang Eropa yang bisa memasak dengan rempah-rempah dianggap sebagai kalangan aristokrat. Hidangan semur ini diterima dengan baik oleh lidah kaum priyayi Belanda, dan menjadi menu rijsttafel,” kata ahli kajian budaya, Dr. Phil Lily Tjahjandari, dikutip Senin (18/9/2023).

    4. Selat Solo




    Selat Solo. (Dok. Pemerintah Kota Yogyakarta)Foto: Selat Solo. (Dok. Pemerintah Kota Yogyakarta)

    Selat Solo adalah makanan khas Jawa yang juga disebut sebagai Bistik Jawa. Makanan dengan rasa asam manis ini muncul dari kolaborasi antara pihak Keraton dan Belanda pada zaman penjajahan.

    Mengutip laman indonesia.go.id, Selat Solo adalah perpaduan bistik dan salad yang berasal dari kata ‘slachtje’ dan ‘biefstuk‘ dalam bahasa Belanda. Makanan ini muncul setelah bangsa Belanda kurang cocok dengan makanan dari Keraton yang dominan terbuat dari sayur.

    Di Eropa, daging untuk steak disajikan dalam ukuran besar dan dimasak setengah matang. Namun, Raja-raja Kasunanan Solo tidak terbiasa mengonsumsi sajian daging yang diolah setengah matang.

    Akhirnya, daging yang seharusnya dimasak setengah matang dimodifikasi menjadi daging sapi cincang yang dicampur sosis, tepung roti, dan telur. Bahan-bahan tersebut dicampur dan dibentuk memanjang, seperti lontong dan dibungkus daun pisang.

    Olahan daging tersebut lalu dikukus hingga matang dan didiamkan hingga dingin. Setelah itu, olahan daging tersebut diiris tebal dan digoreng dengan sedikit margarin.

    5. Perkedel




    Ilustrasi Perkedel. (Dok. Freepik)Foto: Ilustrasi Perkedel. (Dok. Freepik)

    Makanan berbahan dasar kentang ini terinspirasi dari kudapan khas Belanda, frikadeller. Dalam bahasa Belanda, frikadeller memiliki arti sebagai daging giling yang dipadatkan dan digoreng.

    Jika frikadeller menggunakan daging giling sebagai bahan utama, perkedel khas Indonesia menggunakan bahan utama kentang yang dilengkapi dengan campuran daging ayam, bawang putih, lada, garam, dan telur.


    Artikel Selanjutnya


    15 Makanan untuk Kesuburan, Cocok buat Program Hamil Nih!

    (hsy/hsy)


    Mind your business Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.