Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Jumlah Anak Muda Kena Kanker Naik 80%, Perhatikan 7 Tanda Ini
    Inspiring You

    Jumlah Anak Muda Kena Kanker Naik 80%, Perhatikan 7 Tanda Ini

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman13 September 2023Updated:13 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kasus kanker di seluruh dunia yang diderita orang berusia 14 hingga 49 tahun meningkat hampir 80 persen selama periode 1990 hingga 2019, menurut para peneliti dari China dan Inggris. Laporan tersebut juga memperkirakan bahwa kasus kanker pada kelompok usia di bawah 50 tahun akan meningkat sebesar 31 persen pada tahun 2030.

    Angka ini jelas menjadi peringatan. Pasalnya, seperti diketahui, kanker adalah penyakit ganas dan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. 

    Mengutip laporan South China Morning Post (SCMP), tim peneliti dari Universitas Edinburgh dan Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang di China menganalisis data dari Studi Beban Penyakit Global 2019 untuk 29 jenis kanker di 204 negara dan wilayah. Mereka mengamati kasus-kasus baru, kematian, konsekuensi kesehatan, dan faktor risiko pada orang berusia 14 hingga 49 tahun, dan memperkirakan persentase tahunannya setiap tahun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dari analisis tersebut para peneliti menemukan ada 3,26 juta diagnosis kanker baru pada kelompok usia di bawah 50 tahun pada 2019. Angka itu meningkat sebesar 79,1 persen sejak tahun 1990. Tak cuma itu, angka kematian juga meningkat sebesar 27,7 persen.

    Penyebab melonjaknya kasus kanker di kalangan orang dewasa muda

    Para peneliti mengatakan, selain faktor genetik, ternyata gaya hidup yang buruk seperti merokok, konsumsi alkohol, dan pola makan tinggi daging dan garam merupakan faktor risiko utama kanker. Ditambah faktor-faktor lain seperti kelebihan berat badan, rendahnya aktivitas fisik, dan gula darah tinggi.

    Risiko-risiko ini dapat dikurangi secara signifikan melalui perubahan gaya hidup: tidak merokok atau minum alkohol; mengurangi makan daging, garam, dan gula olahan, serta memperbanyak sayur dan buah; mempertahankan berat badan yang sehat; dan berolahraga secara teratur.

    Para peneliti juga menemukan bahwa kanker payudara menyumbang proporsi kasus terbesar, yaitu 13,7 kasus per setiap 100.000 orang. Sementara kasus kanker tenggorokan dan kanker prostat tumbuh paling cepat, masing-masing sebesar 2,28 persen dan 2,23 persen per tahun.

    Semakin dini kanker terdeteksi, umumnya semakin mudah pengobatannya.

    American Cancer Society menyarankan setiap orang untuk tetap waspada terhadap potensi gejala penyakit berikut:

    1. Perubahan kebiasaan buang air besar atau kandung kemih
    2. Luka yang tidak kunjung sembuh;
    3. Pendarahan atau keluarnya cairan yang tidak biasa;
    4. Penebalan atau benjolan di payudara atau di tempat lain;
    5. Gangguan pencernaan atau kesulitan menelan;
    6. Perubahan nyata pada kutil atau tahi lalat; 
    7. Batuk mengganggu atau suara serak.



    Artikel Selanjutnya


    Peneliti Temukan Cara Mudah Deteksi Kanker dari Rumah

    (hsy/hsy)


    Smart your life True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.