Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»10 Negara dengan Kasus Perdagangan Manusia Terbesar di Dunia
    Inspiring You

    10 Negara dengan Kasus Perdagangan Manusia Terbesar di Dunia

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 September 2023Updated:12 September 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus perdagangan manusia masih masih marak terjadi di beberapa negara. Hal ini merupakan sebuah pelanggaran hak asasi manusia yang sering disamakan dengan perbudakan modern.

    Diperkirakan perdagangan manusia memakan korban lebih dari 27 juta orang di seluruh dunia. Tak heran, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk segala tindak perdagangan manusia, termasuk perbudakan, melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 317.

    Berikut adalah 21 negara dengan tingkat perdagangan manusia tertinggi di dunia menurut Departemen Luar Negeri AS melansir US News.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Afganistan




    Foto: Bandara udara internasional Kabul di Afganistan (AP/Jafar Khan)

    Departemen Luar Negeri AS mencatat adanya pola mempekerjakan atau merekrut tentara anak-anak di Afghanistan serta pola perbudakan seksual yang dilakukan oleh Taliban. Sejak Taliban menguasai Kabul pada Agustus 2021, kerentanan terhadap eksploitasi terus meningkat.

    2. Aljazair

    Aljazair dilaporkan mengalami beberapa perkembangan positif terkait pemberantasan perdagangan manusia pada tahun 2022, namun investigasi dan penuntutan yang dilakukan pemerintah serta upaya mengidentifikasi dan membantu para korban masih belum cukup.

    3. Belarusia

    Departemen Luar Negeri AS, mengutip data dari organisasi non-pemerintah, melaporkan bahwa mayoritas korban perdagangan manusia di Belarusia adalah laki-laki yang menjadi sasaran kerja paksa, terutama di Rusia. Penegakan hukum pemerintah Belarus melaporkan upaya perdagangan manusia sedikit berkurang pada tahun 2022 dibandingkan pada tahun 2021.

    4. Kamboja




    Garment workers travel back home as they leave a factory after work, on the outskirts of Phnom Penh, Cambodia, October 16, 2018. Picture taken October 16, 2018. REUTERS/Samrang PringFoto: Garment workers travel back home as they leave a factory after work, on the outskirts of Phnom Penh, Cambodia, October 16, 2018. Picture taken October 16, 2018. REUTERS/Samrang Pring

    Departemen Luar Negeri AS menggambarkan Pemerintah Kamboja tidak serius dalam memberantas perdagangan manusia. Menurut laporan tersebut, seluruh 25 provinsi di negara tersebut merupakan sumber perdagangan manusia.

    5. Chad

    Pihak berwenang di Chad tidak melaporkan adanya identifikasi korban perdagangan manusia selama dua tahun berturut-turut. Negara ini mempunyai masalah yang sangat serius dengan perdagangan pekerja anak di sektor pertambangan.

    6. China

    Pemerintah China telah mengambil beberapa langkah untuk memerangi perdagangan manusia pada tahun 2022, termasuk pengesahan undang-undang baru yang menyebutkan tanggung jawab pejabat pemerintah untuk menanggapi kejahatan tersebut.

    Namun kebijakan atau pola pemerintah di Tiongkok mengenai kerja paksa yang meluas, termasuk penahanan massal terhadap warga Uighur, etnis Kazakh, etnis Kyrgyzstan, dan anggota kelompok etnis dan agama minoritas lainnya di Xinjiang menjadi sorotan. 

    7. Kuba

    Pemerintah Kuba tidak melaporkan upaya penegakan hukum apa pun untuk memerangi perdagangan manusia pada tahun 2022 dan tidak mempublikasikan data penuntutan dan hukuman pada tahun 2021 hingga akhir tahun lalu. Pemerintah juga mengurangi upayanya untuk mengidentifikasi dan melindungi korban perdagangan manusia, menurut Departemen Luar Negeri.

    8. Djibouti

    Jaksa di Djibouti telah membatalkan dakwaan perdagangan manusia dan mengklasifikasi ulang kasus-kasus tersebut sebagai kejahatan dengan hukuman yang lebih rendah, menurut laporan Departemen Luar Negeri AS. Upaya-upaya untuk menyelidiki kejahatan perdagangan manusia juga masih diabaikan.

    9. Equatorial Guinea

    Negara ini tidak pernah menghukum pelaku perdagangan manusia berdasarkan undang-undang anti-perdagangan manusia tahun 2004. Selain itu, ada juga tuduhan bahwa pejabat senior pemerintah di Equatorial Guinea terlibat dalam kejahatan perdagangan manusia.

    10. Eritrea

    Pemerintah di Eritrea gagal menunjukkan usaha serius dalam mengatasi perdagangan manusia, menurut Departemen Luar Negeri. Pemerintah juga mengarahkan kebijakan yang mendorong anak-anak untuk melakukan kerja paksa pada proyek-proyek pekerjaan umum.

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.