Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Banyak Penipu dari China Pindah ke Indonesia, Ini Alasannya
    Inspiring You

    Banyak Penipu dari China Pindah ke Indonesia, Ini Alasannya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman1 September 2023Updated:1 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kepolisian Indonesia belum lama ini menggerebek markas sindikat penipu asal China yang beroperasi di sebuah kawasan industri di Batam, Kepulauan Riau. Sebanyak 88 WNA, terdiri dari 83 pria dan 5 wanita, diduga melakukan penipuan dengan memanipulasi korbannya secara emosional melalui hubungan romantis palsu yang terjalin secara online.

    Meskipun beroperasi di Batam, Indonesia, target utama sindikat ini adalah warga China, termasuk pejabat publik di Negeri Tiongkok. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada korban lain dari Indonesia. 

    Polisi sebelumnya mengatakan banyak penipu pindah beroperasi ke Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya setelah China menangkap jaringan mereka yang beroperasi di dalam negeri.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Modus penipuan cinta WNA China

    Juru Bicara Kepolisian Riau, Zahwani Pandra Arsyad, yang berbicara kepada AFP, mengungkap modus para tersangka yang berpura-pura menjalin hubungan mesra dengan para korbannya lewat video call. Pelaku yang berjenis kelamin perempuan diduga merayu para korban sebelum meminta mereka melakukan aktivitas seksual secara daring, sementara tersangka lainnya merekam video tersebut.

    Para tersangka kemudian diduga memeras korbannya, mengancam akan menyebarkan video tersebut di media sosial jika korban menolak mengirimkan uang.

    Arsyad mengatakan para anggota sindikat tersebut datang dari China ke Indonesia selama tiga bulan sejak bulan Januari, dengan menggunakan visa turis.

    Dalam sebuah laporan pada Rabu lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan sindikat penipu telah memaksa ratusan ribu orang di Asia Tenggara untuk terlibat dalam aksi kriminal online, termasuk penipuan cinta, penawaran investasi palsu dan perjudian ilegal.

    Kepolisian Indonesia pada 2017 lalu menangkap 419 warga negara China dan Taiwan yang terlibat dalam sindikat penipuan telepon dan penipuan investasi online.



    Artikel Selanjutnya


    8 Rahasia Banyak Keturunan Tionghoa Sukses Jadi Pengusaha

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.