Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Alasan Polusi Udara Bisa Bikin Warga Jakarta Mati Muda
    Inspiring You

    Alasan Polusi Udara Bisa Bikin Warga Jakarta Mati Muda

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 Agustus 2023Updated:24 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Semua orang tahu bahwa polusi udara buruk untuk kesehatan. Namun, Anda mungkin tak mengira bahwa efek negatif polusi udara bisa berakibat fatal. Faktanya, terus-menerus menghirup udara yang kotor bisa membuat seseorang mati muda. 

    Laporan UNICEF menemukan bahwa polusi udara menyebabkan kematian sedikitnya 600 ribu anak di seluruh dunia. 

    “Polusi udara adalah faktor utama dalam kematian sekitar 600 ribu anak di bawah usia lima tahun setiap tahunnya. Selain itu, ini (polusi udara) mengancam nyawa dan masa depan jutaan anak setiap hari,” ujar Direktur Eksekutif UNICEF ke-6, Anthony Lake, dikutip dari laman resmi UNICEF, Kamis (24/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Dokter melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pasien bergejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2023). Tingginya angka polusi udara di Jakarta belakangan ini menyebabkan jumlah warga yang terinfeksi penyakit ISPA meningkat. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

    “Polutan tidak hanya merusak paru-paru anak-anak yang sedang berkembang, tetapi juga menembus barrier darah-otak dan merusak secara permanen otak mereka yang sedang berkembang,” lanjut Lake.

    Dampak dari polusi udara terhadap kesehatan juga sudah banyak dibuktikan oleh sejumlah studi.

    Dokter spesialis paru, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, mengungkapkan bahwa polusi udara bisa mengakibatkan stroke, yang bisa berujung kematian.

    Sekitar 23 hingga 37 persen kematian dini akibat stroke disebabkan oleh polusi udara yang sangat buruk. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa polutan berdampak tujuh kali lipat terhadap stroke secara umum.

    Dokter spesialis jantung sekaligus Head of Clinical & Research AsaRen, dr. Arief Wibowo mengatakan, campuran partikel halus yang terdapat di Partikulat (PM2.5), yakni oksida nitrogen, karbon monoksida, dan zat-zat partikel kecil halus lainnya sangat berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung.

    “Polutan yang terhirup ini tidak hanya merusak paru-paru, tapi juga aliran darah. Akibatnya, dia (polutan) dapat menyebabkan respon inflamasi atau peradangan yang sifatnya sistemik atau di seluruh tubuh,” ujar dr. Arief kepada CNBC Indonesia, Jumat (11/8/2023).

    Menurut dr. Arief, zat partikel halus atau polutan dari polusi udara yang masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah mampu mengubah cara kerja sel menjadi tidak seimbang. Akibatnya, fungsi kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah akan terganggu.



    Artikel Selanjutnya


    Mengerikan! Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

    (hsy/hsy)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.