Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mengenal Regurgitasi Aorta, Penyakit Apa Itu?
    Inspiring You

    Mengenal Regurgitasi Aorta, Penyakit Apa Itu?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Agustus 2023Updated:21 Agustus 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penyakit jantung dan masalah kardiovaskular lainnya masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), diperkirakan sebanyak 17,9 juta kematian setiap tahunnya disebabkan oleh masalah kardiovaskular.

    Jumlah tersebut setara dengan 32% kasus kematian secara global. Dari angka itu, sebanyak 85% diantaranya disebabkan oleh serangan jantung dan stroke.

    Apalagi kini penyakit jantung makin beragam, seperti yang baru diketahui, yaitu regurgitasi aorta. Penyakit ini merupakan penyakit katup jantung ketika katup aorta tidak menutup rapat. Hal ini memungkinkan darah mengalir dari aorta (pembuluh darah terbesar) ke ventrikel kiri (ruang jantung). Tidak main-main, regurgitasi aorta dapat menyebabkan masalah serius dan berkelanjutan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adapun penyakit ini, disebabkan oleh apa pun yang mencegah katup aorta menutup sepenuhnya. Ketika katup tidak menutup sepenuhnya, sejumlah darah kembali setiap kali jantung berdetak.

    Pada masa lalu, demam reumatik merupakan penyebab utama regurgitasi aorta. Penggunaan antibiotik untuk mengobati infeksi strep telah membuat demam reumatik lebih jarang terjadi. Oleh karena itu, regurgitasi aorta lebih sering disebabkan oleh penyebab lain, seperti, Spondilitis ankilosa, Diseksi aorta, masalah katup bawaan (hadir saat lahir), seperti katup bikuspid, Endokarditis (infeksi pada katup jantung), tekanan darah tinggi, Sindrom Marfan, Sindrom Reiter (juga dikenal sebagaiartritis reaktif), Sifilis, Lupus eritematosus sistemik, dan trauma pada dada.

    Adapun insufisiensi aorta, paling sering terjadi pada pria berusia antara 30 dan 60 tahun. Selain itu, dikutip dari Mayo Clinic, risiko meningkatkan regurgitasi aorta disebabkan oleh usia yang lebih tua, kondisi jantung tertentu yang hadir sejak lahir (penyakit jantung kongenital), riwayat infeksi yang mempengaruhi jantung, beberapa kondisi yang mempengaruhi jantung, seperti sindrom Marfan, kondisi katup jantung lainnya, seperti stenosis katup aorta, dan Tekanan darah tinggi.

    Hal inilah yang baru-baru ini dialami oleh Nasabah MSIG Life Hendry Cho. Hendry yang berusia 45 tahun mengalami stroke ringan pada otak sebelah kiri.

    “Saya itu merasa ada kebas-kebas di tangan dan memang ada stroke ringan otak sebelah kiri. Setelah keluar dari rumah sakit, saya berangkat ke Singapura dan baru diketahui kalau saya menderita severe regurgitation aorta valve (regurgitas aorta),” jelas Hendry.

    Untungnya, Hendry memiliki asuransi MSIG Life dan menerima manfaat hingga Rp 1,3 miliar. Hendry bersyukur telah bergabung dalam MSIG Life yang membuatnya bebas cemas.

    “Saya tertarik dengan MSIG Life karena pada saat itu ada promo Bebas Cemas, saya membeli untuk saya sendiri dan untuk istri saya. Apalagi untuk prises klaim sudah cepat dan dipermudah, dalam beberapa minggu sudah keluar disetujui,” jelas Hendry.

    Hendry bersyukur bisa menerima manfaat ini dan berharap MSIG Life bisa terus menjaga polis tetap aktif.

    Sebagai informasi, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk hingga Maret 2023 telah memberikan klaim meninggal dunia untuk asuransi jiwa individu sebanyak 83 kasus sejumlah total Rp 46 miliar. Sementara untuk klaim kesehatan asuransi individu telah diberikan kepada 894 kasus dengan jumlah total Rp 17,5 miliar.

    Pada klaim asuransi jiwa individu, 10 pembayaran manfaat terbesar diberikan kepada nasabah yang meninggal akibat penyakit jantung, cedera, penyakit tulang dan persendian, diare atau penyakit lambung, stroke, kanker, penyakit pencernaan, penyakit hati, aneka penyakit lain, dan penyakit ginjal.

    Klaim kesehatan kumpulan untuk 50.916 kasus berjumlah total Rp 68,9 miliar dengan jumlah diagnosis terbanyak jatuh pada infeksi pernafasan, usus buntu, asam lambung, tifus, demam, gigi berlubang, dan radang tenggorokan.


    Artikel Selanjutnya


    Temuan Baru dari Barat, Obat Ini Ampuh Tekan Kolesterol

    (dpu/dpu)


    Berani sukses Inspirasi Kamu
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.