Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Alasan Utama Gen Z Rentan Kena Masalah Mental Menurut Studi
    Inspiring You

    Alasan Utama Gen Z Rentan Kena Masalah Mental Menurut Studi

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman14 Agustus 2023Updated:14 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Depresi adalah salah satu jenis gangguan mental yang rentan dialami oleh Generasi Z atau Gen Z. Berdasarkan penelitian University College London, tingkat depresi Gen Z dua pertiga lebih tinggi daripada millenial.

    Bahkan, berdasarkan hasil riset Pew Research Center, sekitar 70 persen remaja dari berbagai ras, jenis kelamin, dan tingkat pendapatan keluarga mengalami kecemasan dan depresi.

    Melansir dari McKinsey Health Institute, menurut survei Gen Z Global 2022, perempuan Gen Z dua kali lipat lebih berisiko memiliki kesehatan mental yang buruk jika dibandingkan dengan laki-laki. Sebagian besar negara menunjukkan bahwa Gen Z memiliki kesehatan mental yang buruk tanpa ada penyebab pasti.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, McKinsey Health Institute menarik kesimpulan bahwa ada beberapa faktor khusus usia yang dapat memengaruhi kesehatan mental Gen Z, seperti tahap perkembangan, tingkat keterlibatan dengan layanan kesehatan, sikap keluarga atau masyarakat, dan media sosial.

    Menurut survei kepada lebih dari 42 ribu responden dari 26 negara tersebut, lebih dari sepertiga responden Gen Z mengaku menghabiskan lebih dari dua jam sehari untuk menggunakan media sosial. Mereka mengaku, media sosial sangat memengaruhi kesehatan mental.

    Sosial media berkontribusi terhadap kesehatan mental Gen Z

    Berdasarkan laporan survei yang sama, Gen Z yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari untuk menggunakan media sosial cenderung memiliki kondisi kesehatan mental yang buruk. Bila dibandingkan dengan generasi lainnya, Gen Z adalah generasi yang paling banyak memperoleh dampak negatif dari media sosial.

    “Responden dari negara berpenghasilan tinggi dua kali lebih mungkin melaporkan dampak negatif media sosial terhadap kehidupan mereka dibandingkan responden dari negara berpenghasilan menengah ke bawah,” tulis laporan Gen Z Global 2022 McKinsey Health Institute, dikutip Senin (14/8/2023).

    Sebagian besar perempuan Gen Z mengaku, media sosial memberikan dampak negatif berupa rasa takut tertinggal tren baru atau Fear of Missing Out/FOMO (32 persen), khawatir terhadap citra tubuh (32 persen), dan kepercayaan diri (13 persen).

    Responden Gen Z dari Eropa dan Oseania adalah negara yang paling banyak melaporkan dampak negatif dari media sosial (32 persen). Sementara itu, responden dari Asia melaporkan jumlah yang lebih kecil (19 persen).

    Sementara itu, sebuah studi lain pada orang dewasa muda menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang tinggi berkaitan erat dengan tingkat kesejahteraan yang lebih buruk. Lalu, penelitian lain menemukan bahwa media sosial berpengaruh besar pada kesehatan mental mereka daripada waktu yang dihabiskan.

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.