Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Sering Tahan Perut Agar Rata? Waspada Kena Sindrom Ini
    Inspiring You

    Sering Tahan Perut Agar Rata? Waspada Kena Sindrom Ini

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman11 Agustus 2023Updated:11 Agustus 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Memiliki penampilan langsing dan proporsional menjadi dambaan banyak orang. Tak heran, beberapa orang memilih cara praktis agar perut tampak rata dengan menahannya atau dalam istilah medis disebut mencengkeram perut.

    Siapa sangka, menahan perut ternyata memiliki dampak buruk yang tak banyak disadari. Salah satunya menyebabkan otot perut menjadi tidak seimbang.

    Seiring waktu, hal ini juga dapat menyebabkan kondisi yang disebut sindrom jam pasir, yakni perubahan struktur dinding perut yang merusak, dan dapat menyebabkan lipatan yang terlihat terbentuk di bagian tengah perut. Tidak hanya itu, perubahan ini juga dapat berdampak pada organ dalam dan bagian tubuh lainnya jika tidak ditangani.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Ilustrasi Perut (Kindel Media via Pexels)

    Ada empat penyebab utama sindrom jam pasir. Semuanya mengakibatkan ketidakseimbangan fungsi otot perut.

    Pertama karena kondisi bawaan tertentu (seperti gastroschisis atau omphalocele) yang menyebabkan otot perut berkembang secara tidak benar, menyebabkan ketidakseimbangan otot.

    Kemudian, postur tubuh yang buruk adalah penyebab lainnya. Hal ini menyebabkan tulang belakang menjauh dari kelengkungan normalnya yang berbentuk S, mengakibatkan perubahan yang merugikan pada ketegangan dan fungsi otot perut, yang menyebabkan ketidakseimbangan.

    Nyeri di perut (baik karena masalah perut, hati, atau kandung empedu) juga dapat menyebabkan seseorang secara sengaja atau tidak sengaja mengontraksikan otot perutnya untuk mengurangi atau menghindari rasa sakit.

    Tapi penyebab lain yang mengejutkan dari sindrom jam pasir mungkin adalah masalah citra tubuh. Orang-orang yang merasa tidak percaya diri dengan tubuhnya atau yang menginginkan perut rata mungkin akan menahan otot perutnya untuk mendapatkan tampilan ini.

    Ini yang terjadi saat Anda menahan perut agar rata

    Saat kita menahan dan mencengkeram perut, hal itu menyebabkan rektus abdominis (atau disebut sebagai otot six-pack) berkontraksi. Namun karena kita cenderung menyimpan lebih banyak jaringan lemak di perut bagian bawah, otot-otot di bagian atas perut cenderung lebih aktif. Kondisi ini menciptakan lipatan di perut dalam waktu lama, dengan pusar ditarik ke atas.

    Terlepas dari penyebabnya apakah disengaja atau tidak disengaja, menahan perut memberi tekanan lebih besar pada punggung bawah dan leher. Ini karena perut harus mengkompensasi perubahan stabilitas inti.

    Dengan mencengkeram perut, diafragma akanĀ berkontraksi ke arah yang berlawanan, sehingga dapat menarik tulang rusuk bagian bawah ke atas dan ke dalam.

    Tekanan di bagian bawah menempatkan kekuatan yang lebih besar pada otot dasar panggul karena rongga perut berkurang volumenya saat perut tertahan. Bersamaan dengan ini, ada peningkatan kekuatan yang ditempatkan pada sendi tulang belakang dan panggul karena otot perut kurang mampu untuk menyerap benturan saat ditegangkan.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menahan perut dapat mengurangi asupan oksigen sebanyak 30 persen pada jumlah udara yang dihembuskan dan pengurangan 27%-40% kapasitas total paru-paru.

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.