Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»7 Tanda Bayi 9 Bulan dengan Kecerdasan di Atas Rata-rata
    Inspiring You

    7 Tanda Bayi 9 Bulan dengan Kecerdasan di Atas Rata-rata

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman8 Agustus 2023Updated:9 Agustus 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bayi berusia 9 bulan menunjukkan perkembangan yang beragam. Namun, seperti apa tanda bayi 9 bulan memiliki kecerdasan di atas rata-rata?

    Tidak ada ukuran yang pasti untuk menjadi seseorang yang jenius. Selama ini, kecerdasan di atas rata-rata hanya dapat dipastikan ketika Si Kecil memiliki IQ atau Intelligence Quotient yang tinggi.

    Para jenius ini tentunya memiliki kemampuan untuk membuat hal-hal baru, kreatif, dan menggunakan kecerdasan mereka dengan cara yang produktif. Bahkan, tidak jarang IQ mereka digunakan untuk mengubah dunia.

    Bayi yang jenius di usia 9 bulan juga bisa terlihat dari beberapa ciri. Misalnya saja dari kepribadian, pola tidur, hingga durasi fokus.

    Ciri-ciri bayi cerdas di usia 9 bulan

    Melansir dari laman Verywell Family dan Parenting Firstcry, ada beberapa ciri bayi usia 9 bulan memiliki kecerdasan di atas rata-rata, nih. Berikut ini penjelasannya.

    1. Kepribadian yang kuat secara emosional

    Bayi yang dikaruniai kecerdasan tinggi memiliki emosional yang sangat kuat. Artinya, mereka akan merasakan emosi positif dan negatif dengan cukup kuat dan akan memiliki pemikiran yang kompleks dan matang.

    Mengutip dari laman Parenting Firstcry, Anda bisa perhatikan bagaimana anak akan terhubung dengan kuat ke orang lain maupun hewan peliharaannya. Bayi-bayi seperti ini perlu didorong dan diberi tahu bahwa pikiran mereka cukup normal.

    2. Bayi akan terus waspada

    Saat bayi lahir, sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk mengamati lingkungan, orang, dan berbagai gerakan. Bayi yang jenius akan melakukan kontak mata dengan orang yang memegang atau berbicara padanya.

    Bayi mungkin akan menoleh ke arah seseorang dan segera merespon suara serta tindakan. Ini juga dapat mengarah pada tingkat persepsi yang lebih tinggi.

    3. Bayi meniru suara dan menggelengkan kepala

    Di usia 9 bulan, bayi akan sangat aktif dengan tangan serta suaranya. Mereka juga menjadi lebih baik dalam mengambil sesuatu dan akan membuat berbagai suara termasuk mengekspresikan emosinya.

    “Anak usia 9 bulan biasanya akan membenturkan dua mainan dan bisa makan sendiri. Mereka juga bisa meniru suara bahkan akan meniru gerakan seperti menggelengkan kepala untuk mengatakan ‘tidak’,” ujar Florencia Segura, MD, FAAP, dokter anak dengan Einstein Pediatri dekat wilayah Washington, DC, dikutip Verywell Family.

    4. Tidur hingga 16 jam sehari

    Sebagian besar bayi usia 9 bulan akan tidur sepanjang malam dan tidur siang dua bahkan tiga kali. Tidur siang pun berlangsung hingga dua jam.

    Terkadang, bayi usia 9 bulan tidur antara 12 hingga 16 jam dalam sehari, Bunda. Sekitar 9 hingga 12 jam di malam hari.

    5. Mencapai milestone lebih awal

    Tidak hanya bayi usia 9 bulan, bayi lainnya yang mencapai milestone lebih awal dari usianya disebut memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Meski begitu, bukan berarti bayi yang terlambat mencapai milestone-nya memiliki kecerdasan yang rendah.

    Perlu diingat bahwa perkembangan setiap anak akan berbeda-beda. Karena itu, jangan terlalu memaksakan anak untuk bisa mencapai suatu hal.

    6. Keras kepala

    Keras kepala juga bisa dipandang sebagai tanda tekad. Seorang bayi yang keras kepala akan bernegosiasi dengan Anda untuk mendapatkan hal yang mereka inginkan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Jika bayi usia 9 bulan melakukannya, ini adalah tanda kecerdasan yang tidak bisa diragukan.

    7. Memiliki fokus yang panjang

    Bayi memiliki rentang perhatian yang pendek dan mudah terganggu oleh suara atau gerakan yang terjadi di sekitar mereka. Fokus ini bisa saja dipertahankan anak sekitar 10 hingga 15 menit.

    Bayi yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata mampu fokus untuk jangka waktu yang lebih lama. Hal ini bahkan sudah bisa terlihat sebelum ia mencapai usia 6 bulan.

    Artikel selengkapnya >>> Klik di sini



    Artikel Selanjutnya


    Gigit Anak Majikan, PRT Asal Indonesia Dipenjara di Singapura

    (Sumber: CNBC.com )


    Berani sukses Ide Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.