Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»45% Ibu Berhenti Beri ASI Eksklusif Gegara Bekerja
    Inspiring You

    45% Ibu Berhenti Beri ASI Eksklusif Gegara Bekerja

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman7 Agustus 2023Updated:8 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama bagi bayi baru lahir yang mengandung banyak nutrisi penting untuk tumbuh kembangnya. Idealnya, setiap bayi menerima ASI eksklusif selama enam bulan pertama. 

    Sayangnya, menurut laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 45 persen ibu terpaksa menghentikan pemberian ASI eksklusif kepada anak akibat bekerja.

    Menurut IDAI, faktor yang memicu berhentinya pemberian ASI eksklusif dari ibu kepada anak adalah kurangnya dukungan lingkungan sekitar, termasuk tempat bekerja yang tidak menyediakan ruang laktasi atau ruang menyusui.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Berdasarkan satu riset, hasilnya menunjukkan bahwa 45 persen ibu yang kembali bekerja di Indonesia berhenti lebih awal menyusuinya, sekitar 45 persen,” ungkap Ketua Satuan Tugas (Satgas) ASI IDAI, Dr. dr. Naomi Esthernita, SpA(K), dalam konferensi pers daring, Senin (7/8/2023).

    “Kenapa? Karena tidak ada dukungan, termasuk tidak tersedianya ruang laktasi di tempat kerja,” tegas dr. Naomi.

    Dalam paparannya, dr. Naomi mengaku prihatin dengan kondisi para ibu yang tidak memperoleh fasilitas laktasi di tempat kerja sehingga terpaksa melakukan pompa asi di tempat tidak layak, seperti toilet dan meja kerja.

    Dr. Naomi mengatakan, ruang laktasi adalah hak para ibu menyusui yang wajib dipenuhi oleh setiap perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan wajib menyediakan ruang laktasi dengan fasilitas yang layak, yakni.

    1. Mudah diakses

    2. Terdapat fasilitas furnitur yang layak, seperti kursi dan meja

    3. Memiliki pencahayaan dan ventilasi yang baik

    4. Menyediakan ruang pendingin atau kulkas khusus menyimpan ASI

    5. Bersih

    “Perusahaan harus menyediakan ruangan yang layak, cukup bersih, dan nyaman sehingga ibu bisa duduk untuk memerah (memompa ASI). [Di ruang laktasi] ada tempat untuk menyimpan ASI, seperti kulkas,” kata dr. Naomi.

    “Sehingga pada saat ibu pulang bekerja, dia bisa membawa susu itu (ASI) di dalam coolbox dengan suhu kurang dari 15 derajat,” lanjutnya.

    Apabila tidak terdapat kulkas di tempat bekerja, IDAI mengimbau para ibu untuk menyimpan ASI hasil pompaan di dalam wadah cooler bag dengan ice pack. Selain itu, pastikan suhu di dalam cooler bag sekitar di bawah 15 derajat.

    Agar kualitas ASI tetap terjamin, para ibu disarankan menggunakan botol kaca atau botol BPA free untuk menyimpan ASI dalam kurun waktu maksimal 24 jam. Lalu, pastikan wadah penyimpanan ASI tertutup rapat agar tidak terkontaminasi.

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.