Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kisah Nyoman, Adik Berbakti Temani Kakak Alami Disabilitas
    Inspiring You

    Kisah Nyoman, Adik Berbakti Temani Kakak Alami Disabilitas

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 Juli 2023Updated:24 Juli 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pagi bagi I Nyoman Arta (50) merupakan waktu dimulainya perjuangan mencari nafkah. Warga Desa Ngis Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem, Bali, ini sudah bolak balik memikul 9 jeriken berisi tuak aren.

    Dia harus kerja ekstra keras ketika musim pancaroba dan musim penghujan tiba karena penghasilan penyadap aren di musim itu bisa berkurang hampir setengahnya.
    Apalagi setiap jeriken tuak dihargai hanya Rp 20 ribu dan baru dibayar 2 sampai 3 hari sesudah disetor ke pengepul.

    Namun tak ada keluh dari Nyoman. Baginya yang penting dirinya dan sang kakak bisa makan. Nyoman merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara dan kakaknya yang nomor 7, Nengah (53), adalah penyandang disabilitas mental.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Nyoman mengatakan hal itu terjadi saat Nengah alami kejang saat berumur 1 minggu dan diduga mati suri. Keluarga pun tak pernah membawa Nengah ke dokter untuk penanganan medis.

    Oleh karena itu, tak banyak yang bisa dilakukan Nengah selain bergantung kepada adiknya karena kakak yang lain sudah berkeluarga dan tinggal terpisah. Tinggal lah Nyoman yang belum menikah dan hidup bersama Nengah.

    Nyoman pun bertanggungjawab mengurus pekerjaan rumah selepas menyadap nira. Dia juga bertugas menyiapkan makan walau dengan lauk seadanya. Di momen ini juga menjadi waktu saat Nyoman menumpahkan segala keluh kesah meski Nengah terbatas meresponsnya.

    “Pernah (pergi sehari) ini kesepian saya ke sana kemari Biasanya kan ada ini ngobrol di sini tanya-tanya. Panjang umurnya supaya lanjut saya ajak di sini. Akan terus nemenin kakak sampai akhir hayat, ” terang Nyoman.

    Nyoman mengaku sudah lama menjadi buruh nira karena sudah biasa bekerja sejak sekolah karena keterbatasan. Padahal pekerjaan ini punya risiko tinggi karena memanjat pohon aren saja paling tidak 5 meter dengan tangga yang sederhana. Terkadang untuk mencari nafkah tambah, Nyoman juga membantu merawat sapi milik tetangganya dengan penghasilan yang sama minimnya.

    Tak hanya dihadapkan dengan kesulitan pekerjaan dan mengurus rumah, Nyoman juga harus bersusah untuk mencari air. Setidaknya dia harus berjalan 1 km naik turun bukit untuk menimba air. Sementara urusan cuci dan mandi harus dilakukan di kamar mandi umum.

    “Kaki kakak bermasalah pernah itu jatuh jengkelok itu jatuh di sana jatuh di tempat sumur jatuh. Mau buat kamar mandi banyak biayanya karena jauh untuk ongkos Ajeng bahan banyak biayanya. Belum ada rejekinya untuk membuat kamar mandi,” tandasnya.

    Jangankan kamar mandi, rumah Nyoman dan Nengah cuma pinjaman milik orang lain dan sudah bocor. Kesulitan demi kesulitan ini menjadikan Nyoman dan Nengah kuat tetapi tetap saja dukungan menjadi sangat berarti bagi keduanya.

    Kamu bisa mulai membantu Nyoman dengan mulai Donasi sekarang juga melalui berbuatbaik.id. Semua donasi yang diberikan akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

    Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

    Yuk jadi #sahabatbaik denganĀ #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang juga.



    Artikel Selanjutnya


    Via, Pejuang Kecil yang Rawat Ayah tidak Berdaya Karena Sakit

    (Sumber: CNBC.com )


    Ide Sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.