Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»The 1975 Batal Tampil di WTF 2023, Buntut Ciuman LGBT di KL
    Inspiring You

    The 1975 Batal Tampil di WTF 2023, Buntut Ciuman LGBT di KL

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman23 Juli 2023Updated:23 Juli 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Grup band asal Inggris The 1975 mengumumkan batal tampil di festival musik We The Fest (WTF) 2023, Minggu (23/7). Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram We The Fest selaku penyelenggara.

    Pembatalan ini menjadi buntut kontroversi Matty Healy mencium bassist band tersebut yang juga sesama pria, Ross MacDonald.

    “Dengan menyesal, The 1975 mengumumkan bahwa pertunjukan mereka yang akan datang di Jakarta dan Taipei tidak dapat berjalan sesuai rencana,” tulis akun We The Fest dikutip CNBC Indonesia, Minggu (23/7/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sementara dalam pernyataan resminya, The 1975 mengatakan, sudah sangat menantikan tampil di hadapan para penggemarnya di Jakarta dan Taipei.

    “Namun sayangnya, karena situasi yang saat ini terjadi, tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertunjukan yang telah dijadwalkan. Terima kasih atas pengertian dan dukungan,” bunyi pengumuman.

    Kontroversi Matty Healy dan Larangan The 1975 di Malaysia

    Dikabarkan sebelumnya, aksi panggung band asal Inggris, The 1975, menuai kecaman di Malaysia. Sang vokalis, Matty Healy, mengkritik dengan kata-kata kasar mengenai aturan anti-LGBT yang ditetapkan Negeri Jiran tersebut.

    Tak hanya itu, Healy juga melakukan aksi kontroversial dengan mencium sang basis Ross MacDonald di atas panggung. Ini dilakukan hanya dua hari sebelum The 1975 dijadwalkan tampil di acara We The Fest (WTF) di Jakarta, Minggu (23/7/2023)

    Setelah kejadian tersebut, Pemerintah Malaysia menghentikan seluruh rangkaian Good Vibes Festival 2023 yang seharusnya diselenggarakan selama tiga hari hingga hari Minggu.

    “Tidak akan ada kompromi terhadap pihak mana pun yang menantang, meremehkan, dan melanggar hukum Malaysia,” kata Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil dalam sebuah unggahan Twitter setelah bertemu dengan penyelenggara Good Vibes Festival.

    The 1975 juga telah dilarang tampil di Malaysia, kata komite pemerintah yang mengawasi pembuatan film dan pertunjukan orang asing.

    Setelah kejadian itu, Healy mempersingkat set panggung. Dan memberi tahu penonton “Baiklah, kita harus pergi. Kita baru saja dilarang dari Kuala Lumpur, sampai jumpa lagi.”

    Dalam Instagram story, Healy malah tampak bercanda tentang kejadian tersebut. Ia memposting pemberitahuan pembatalan festival bersama dengan tulisan “Oke, kenapa kamu tidak mencoba dan tidak bercumbu dengan Ross selama 20 tahun. Tidak semudah kelihatannya”.

    Penyelenggara festival Future Sound Asia (FSA) meminta maaf atas pembatalan acara tersebut menyusul perilaku dan ucapan kontroversial Healy. Dikatakan manajemen The 1975 telah berjanji band akan mematuhi aturan dan pedoman kerja.

    “Sayangnya, Healy tidak menghormati jaminan ini,” kata pihak penyelenggara dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.

    Festival ini dijadwalkan menampilkan 43 pertunjukan dari artis lokal dan internasional selama tiga hari hingga akhir pekan ini.

    The 1975 menjadi artis utama untuk hari Jumat. Sementara penyanyi Australia The Kid Laroi dan band AS The Strokes menjadi bintang utama pada hari Sabtu dan Minggu. Pertunjukan pada kedua hari itu dibatalkan.

    FSA menyatakan keprihatinannya bahwa insiden tersebut dapat mengikis kepercayaan promotor musik dan berbagai pemangku kepentingan dan mengancam stabilitas kancah seni Malaysia yang sedang berkembang.

    Menteri Komunikasi Fahmi mengatakan Malaysia berkomitmen mendukung pengembangan industri kreatif dan kebebasan berekspresi.

    “Namun, jangan sampai menyentuh kepekaan masyarakat, terutama yang bertentangan dengan tradisi dan nilai-nilai budaya lokal,” ujarnya.

    Pemerintah pada bulan Maret memperkenalkan pedoman yang lebih ketat, termasuk kode pakaian dan perilaku, untuk tindakan asing yang datang ke Malaysia, dengan alasan perlunya melindungi kepekaan.

    (mkh/mkh)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.