Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Bekal Mi Instan Pakai Telur dan Nasi Bisa Picu Obesitas Anak
    Inspiring You

    Bekal Mi Instan Pakai Telur dan Nasi Bisa Picu Obesitas Anak

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Juli 2023Updated:12 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Anak sekolah mulai memulai tahun ajaran baru setelah menjalani liburan panjang. Salah satu bekal populer di kalangan anak sekolah di Indonesia adalah mi instan yang dikombinasikan dengan telur dan nasi. Biasanya, bekal ini diberikan kepada orang tua karena praktis, mudah, dan mengenyangkan anak.

    Namun, orang tua harus waspada dan harus mulai mempertimbangkan pemberian bekal tersebut. Sebab, kombinasi tiga pangan tersebut bisa memicu obesitas karena memiliki kandungan kalori yang sangat tinggi.

    Pengurus Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) sekaligus dokter spesialis penyakit dalam spesialis endokrin, dr. EM Yunir, mengatakan bahwa mengonsumsi mi instan dengan telur dan nasi cukup berbahaya bagi tubuh.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut dr. Yunir, tingginya kalori yang terkandung di dalam mi instan, telur, dan nasi dapat menyebabkan obesitas bila dikonsumsi secara bersamaan. Secara rinci, mi instan mengandung 420 kalori, telur 70 kalori, dan nasi putih 100gr sebanyak 129 kalori.

    “Mi dan telur saja kalorinya sudah hampir 500, ada sekitar 496 kkal (kilokalori.) Ditambah nasi misal satu centong perkiraan ada 100 gram, berarti sudah 200 kkal, totalnya hampir 700 kkal sekali makan,” kata dr. Yunir dalam konferensi pers daring, Senin (10/7/2023).

    Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), total jumlah kalori yang dianjurkan untuk anak-anak berusia tujuh hingga sembilan tahun adalah 1.800 kkal. Sementara itu, anak-anak berusia sepuluh hingga 12 tahun adalah 2050 kkal.

    Dengan demikian, seporsi bekal mi instan, telur, dan nasi memenuhi hampir 50 persen kebutuhan kalori. Angka tersebut belum termasuk sarapan, makan malam, dan jajan anak.

    Menurut dr. Yunir, ada sejumlah gejala obesitas yang harus diwaspadai pada perjalanan pasien-pasien dengan berat badan berlebih, yakni.

    • Sesak napas saat beraktivitas ringan
    • Selalu merasa mengantuk
    • Kelainan di kulit
    • Nyeri punggung di bagian bawah
    • Pengapuran dini sendi lutut

    Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi kegemukan keseluruhan pada anak berusia lima hingga 12 tahun adalah sebesar 20 persen. Secara rinci, prevalensi tersebut mencakup gizi lebih sebesar 10,8 persen dan obesitas 9,2 persen.



    Artikel Selanjutnya


    Kemenkes Ungkap Daerah dengan Jumlah Anak Obesitas Tertinggi

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.