Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Harga Rumah di 3 Negara Ini Mulai Rp16 Ribu, Bukan Gimmick!
    Inspiring You

    Harga Rumah di 3 Negara Ini Mulai Rp16 Ribu, Bukan Gimmick!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman11 Juli 2023Updated:11 Juli 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Memiliki rumah pribadi cukup sulit untuk diwujudkan bagi sebagian besar millenial. Sebab, harga tempat tinggal yang terus melambung tinggi seringkali membuat banyak orang harus menunda impiannya untuk memiliki hunian pribadi sambil menabung.

    Ada kabar baik bila Anda tertarik untuk memiliki hunian pribadi dengan modal awal belasan ribu hingga di bawah sepuluh juta rupiah. Di tiga negara ini, Anda bisa membeli rumah dengan harga yang sangat terjangkau, yakni mulai dari belasan ribu rupiah bahkan gratis.

    Namun, rumah-rumah tersebut umumnya sudah dalam kondisi yang buruk dan belum layak langsung huni. Biasanya, rumah seharga gorengan itu adalah milik pemerintah yang ingin menghidupkan suatu wilayah yang ‘mati’.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lantas, negara mana saja yang menjual rumah dengan harga termurah? Berikut daftarnya, melansir dari berbagai sumber.

    1. Italia




    Foto: Rumah Murah 1 Euro. (Facebook @casea1euro)

    Mengutip laman Case 1 Euro, sebagian besar rumah yang berlokasi di Mussomeli, Sisilia, Italia dijual dengan harga 1 Euro atau sekitar Rp16 ribuan (asumsi kurs Rp16.712/Euro).

    Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, fasilitas interior yang ditawarkan rumah-rumah seharga Rp16 ribuan itu sangat beragam, ada yang memiliki satu hingga dua kamar mandi, dua hingga enam kamar tidur, dan satu dapur.

    Meskipun jumlah fasilitas interior cukup menggiurkan, kondisi rumah-rumah tersebut sangat buruk untuk langsung dihuni sehingga perlu dilakukan renovasi besar-besaran. Umumnya, kondisi rumah yang dijual berupa plafon rumah roboh, pintu tidak terpasang, hingga toilet yang sudah rusak total.

    Melansir dari CNN Travel, penjualan rumah-rumah tua seharga satu cangkir kopi itu adalah bagian dari proyek pemerintah kota setempat untuk menghidupkan dan meningkatkan kembali populasi desanya.

    2. Jepang

    Saat ini, jumlah rumah kosong atau Akiya di Jepang yang ditinggalkan penghuninya semakin meningkat. Nomura Research Institute memperkirakan, sekitar sepertiga dari seluruh rumah di Jepang akan ditinggalkan pada 2030. Selain itu, sekitar 900 kota kecil di Jepang diprediksi bakal ‘mati’ karena tidak ada penduduk.

    Menurut Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, total jumlah rumah kosong pada 2018 mencapai sekitar 8,49 juta dengan tingkat keterisiannya hanya 13,6 persen. Hal ini menunjukkan bahwa ada cukup banyak rumah kosong di Jepang.

    Melansir dari Insider, guna menarik banyak penduduk, Pemerintah Jepang menawarkan rumah-rumah kosong terbengkalai tersebut dengan harga murah, yakni mulai dari US$500 atau sekitar Rp7,57 juta (asumsi kurs Rp15.155/US$). Selain itu, Pemerintah Jepang juga akan memberikan insentif berupa biaya renovasi gratis hingga subsidi.

    3. Kroasia

    Melansir dari Travel and Leisure, salah satu kota di Kroasia, Legrad, mengalami depopulasi selama satu abad terakhir, yakni sejak keruntuhan kaisar Austro-Hongaria pada 1918.

    Akibat depopulasi tersebut, Legrad menjadi kota yang hanya ‘dihuni’ oleh rumah-rumah tua. Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah kota setempat berupaya untuk meningkatkan jumlah populasi dengan menjual rumah-rumah seharga 1 kuna atau sekitar Rp2.209.

    Tidak hanya itu, pemerintah kota setempat juga akan memberikan subsidi sekitar Rp60 juta untuk merenovasi rumah tua yang dibeli. Namun, pembeli rumah disyaratkan untuk menjadi penduduk tetap, bekerja, berusia di bawah 40 tahun, dan berkomitmen untuk tinggal di kota itu selama minimal 15 tahun.



    Artikel Selanjutnya


    Pernikahan Pangeran Yordania Diprotes Warga Italia, Ada Apa?

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.