Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»4 Hal yang Bisa Jadi Penentu Umur Seseorang Menurut Sains
    Inspiring You

    4 Hal yang Bisa Jadi Penentu Umur Seseorang Menurut Sains

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman3 Juli 2023Updated:3 Juli 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kematian merupakan sesuatu hal yang pasti dan terjadi bagi setiap makhluk hidup. Namun, berapa lama manusia dapat bertahan hidup masih selalu menjadi pertanyaan.

    Dalam hal prediksi hidup, sejumlah penelitian mengatakan ada beberapa hal spesifik yang bisa memprediksi masa depan Anda. Lantas apa sajakah itu? Berikut paparannya dilansir Eat This Not That. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Gap usia retina Anda

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Centre for Eye Research Australia dan diterbitkan dalam British Journal of Ophthalmology, gap usia retina bisa menjadi indikator kunci atau alat skrining dalam menentukan umur panjang seseorang.

    Sejumlah besar bukti menunjukkan bahwa mikrovaskulatur retina dapat menjadi indikator kesehatan otak dan sistem peredaran darah Anda.

    Para peneliti dalam studi khusus ini melihat perbedaan antara foto fundus, bagian belakang mata, dan usia sebenarnya seseorang. Para ilmuwan meyakini hal ini sebagai gap usia retina untuk melihat apakah hal itu terkait dengan peningkatan risiko kematian.

    Gap usia retina yang besar dalam beberapa tahun terkait dengan peningkatan risiko kematian sebesar 49% hingga 67% di luar kanker dan penyakit kardiovaskular.

    Peningkatan satu tahun ke gap usia retina menghasilkan peningkatan 2% pada risiko semua penyebab kematian dan peningkatan 3% pada risiko kematian karena masalah khusus di luar kanker dan penyakit kardiovaskular.

    2. Seberapa sering Anda berjalan setiap hari

    Berjalan kaki baik untuk pikiran, tubuh, dan jiwa. Bahkan dapat membantu Anda hidup lebih lama.

    Anda mungkin pernah mendengar 10.000 langkah sehari yang bagus untuk kesehatan, tetapi ada beberapa penelitian yang bertentangan di luar sana yang mempertanyakan target langkah ini. Faktanya, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam JAMA International Medicine, Anda tidak perlu berjalan 10 ribu langkah setiap hari untuk menjalani hidup yang panjang, sehat, dan aktif.

    Menurut studi yang meneliti 16.700 peserta wanita dengan usia rata-rata 72 tahun; langkah harian mereka diukur selama jangka waktu tujuh hari. Wanita yang melakukan rata-rata 4.400 langkah setiap hari secara substansial menurunkan angka kematian mereka selama masa tindak lanjut 4,3 tahun, jika dibandingkan dengan wanita yang tidak terlalu aktif dan hanya melakukan sekitar 2.700 langkah setiap hari.

    Semakin banyak langkah yang diambil, angka kematian terus menurun sebelum mencapai titik datar sekitar 7.500 langkah setiap hari.

    3. Kecepatan berjalan Anda

    Mampu melakukan tugas sehari-hari dan bergerak dengan baik seiring bertambahnya usia adalah aspek penting untuk tetap mandiri seiring bertambahnya usia.

    Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cachexia Sarcopenia and Muscle, ada cara super cepat untuk menentukan seberapa besar kemungkinan lansia kehilangan kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan mempertahankan kemandirian mereka.

    Penelitian menunjukkan bahwa gerak yang melambat adalah pertanda kemunduran fungsional di antara lansia. Memiliki gaya berjalan yang lambat atau kecepatan berjalan yang lambat dapat memprediksi hilangnya kapasitas fungsional di jalan.

    4. Tes keseimbangan satu kaki selama 10 detik 

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine mengungkapkan bahwa pria/wanita setengah baya atau lebih tua yang tidak dapat menyeimbangkan tubuh dengan berdiri dengan satu kaki selama 10 detik memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk meninggal dalam waktu 10 tahun, dibandingkan dengan individu yang dapat melakukannya.

    Studi tersebut mengamati 1.700 peserta usia 51 hingga 75 tahun. Individu yang diteliti diminta untuk berdiri dengan satu kaki selama 10 detik tanpa bantuan dukungan tambahan. Mereka berdiri dengan kaki yang terangkat diletakkan di belakang kaki yang berdiri dan memfokuskan pandangan mereka ke depan dengan kedua tangan di sisi tubuh mereka.



    Artikel Selanjutnya


    Mau Berumur Panjang seperti Orang Jepang? Hindari 6 Hal Ini

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.