Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Heboh Virus Oz Mematikan Muncul di Jepang, Ini Kata Ahli
    Inspiring You

    Heboh Virus Oz Mematikan Muncul di Jepang, Ini Kata Ahli

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman26 Juni 2023Updated:26 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Permasalahan kesehatan dunia belum berakhir. Setelah dunia dilanda Covid-19, kali ini virus Oz mewabah di Jepang dan menewaskan satu orang.

    Dilansir NHK Japan, Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan pada hari Jumat, bahwa seorang wanita meninggal karena miokarditis atau radang otot jantung. Ini terjadi di Prefektur Ibaraki, utara Tokyo.

    Awalnya, ia mengunjungi rumah sakit dengan keluhan demam dan kelelahan. Saat itu, seekor kutu ditemukan menggigit paha atasnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Otopsi menyimpulkan dia telah terinfeksi virus Oz. Virus ini pertama kali terdeteksi di Jepang pada tahun 2018 dari jenis kutu keras tertentu, di wilayah Kanto yang meliputi Tokyo, dan Jepang tengah dan barat.

    Menanggapi penularan virus ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait penularan virus Oz. Ia mengatakan dunia harus bersiap dengan munculnya laporan tentang jenis penyakit “baru” dari berbagai belahan negara.

    “Kalau kasus dan atau kematian masih baru terjadi maka para ahli masih mengkaji tentang dampak rincinya, baik dari sisi klinik maupun epidemiologik. Jelas pada saat awal belum akan tersedia penjelasan ilmiah yang pasti,” ujarnya dalam sebuah pesan singkat kepada CNBC Indonesia.

    “Kita memang tidak boleh menyepelekan adanya laporan penyakit dan kematian baru, tetapi juga jangan khawatir berlebihan. Jangan pula terlalu cepat membuat kesimpulan tertentu karena memang data ilmiah belumlah terlalu lengkap tersedia,” ujarnya.

    Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara kemudian menambahkan adalah dua hal yang perlu dilakukan sekarang. Pertama, ikuti secara mendalam perkembangan data ilmiah tentang kasus ini, tentu dari sumber yang dipercaya seperti keterangan badan resmi negara atau dunia dan hasil penelitian yang dipublikasi resmi, bukan seperti informasi via aplikasi perpesanan.

    “Secara umum, ada atau tidak penyakit baru, maka pemerintah tentu harus menjaga dan menjamin surveilan selalu berjalan secara baik, setidaknya dalam 3 bentuknya yakni Surveilan berbasis gejala serta surveilan berbasis laboratorium (bahkan sampai tahap genomik),” tambahnya.

    “Dan empat ruang lingkup surveilan yang harus dikerjakan yakni surveilan klinis pada pasien, surveilan epidemiologik di komunitas, surveilan pada hewan yang mungkin berdampak pada kesehatan manusia, serta surveilan keadaan lingkungan yang mungkin berdampak pada kesehatan manusia,” jelasnya lagi.



    Artikel Selanjutnya


    Orang Jepang Terancam Puasa Makan Sushi, Ini Alasannya

    (sef/sef)


    Never Give Up Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.