Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ahli Harvard Ungkap 5 Tips Besarkan Anak agar Pintar
    Inspiring You

    Ahli Harvard Ungkap 5 Tips Besarkan Anak agar Pintar

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 Juni 2023Updated:5 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Memiliki anak pintar menjadi impian banyak orang tua. Namun mendidik anak agar tumbuh pintar tidak instan dan perlu beberapa hal untuk dilakukan orang tua.

    Ahli saraf dan psikologi dari Harvard University, Lisa Feldman Barrett memberikan lima tips untuk orang tua agar otak anak berkembang. Berikut rangkumannya, Minggu (4/6/2023):

    1. Jangan Paksakan Minat Anak

    Satu hal yang perlu diingat orang tua adalah tidak memaksakan anak menjadi sosok yang diinginkan. Karena itu akan membuat anak tidak menyukai aktivitas yang dipaksakan anak-anaknya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Anak harus lebih bebas mencoba banyak peluang, yang akhirnya bisa mengetahui apa minatnya. Orang tua perlu melakukan pendekatan ‘tukang kebun’, jadi harus paham jenis tanaman yang dimiliki dan menyediakan tanah yang sesuai agar bisa tumbuh dengan baik.

    Artinya, orang tua harus memahami minat anak pada suatu hal. Berikutnya mereka perlu memberikan wadah yang sesuai agar anak bisa mengembangkan minatnya.

    2. Ajari Anak Beragam Kosakata

    Orang tua didorong untuk mengajarkan berbagai kosakata untuk landasan saraf. Sebab studi berjudul Linking Language and Cognition in Infancy, menjelaskan anak usia beberapa bulan belum paham arti dari banyak kata.

    Anak perlu diajarkan kata-kata emosional, seperti sedih, bahagia, dan frustrasi. Menurutnya ini akan membuat anak berkenalan dengan emosi dan akan memudahkan berperilaku yang sesuai.

    3. Beri Anak Penjelasan

    Anak harus diberikan penjelasan soal sesuatu. Dengan begitu otak anak bisa membangun konsep soal tindakan dan diri sendiri.

    Misalnya saat seseorang berbohong jangan ucapkan ‘dia berbohong’. Anda bisa jelaskan alasan seseoran berbohong dan lanjutkan diskusi soal hal itu dengan anak, jadi mereka akan terlatih berpikir kritis.

    4. Ajak Anak Meniru Orang Tua

    Anak-anak biasanya akan belajar dengan meniru orang tua, selain juga menonton dan bermain. Oleh karena itu, orang tua harus melakukan aktivitas yang positif.

    Misalnya anak bisa diberikan sapu kecil atau sekop taman. Jadi mereka bisa membersihkan rumah bersama orang tua, dan anak akan mengetahui pentingnya menjaga kebersihan rumah.

    5. Kenalkan Anak pada Lingkungan Sekitar

    Aktivitas ini bisa dilakukan sebelum anak menginjak usia balita. Menurut penelitian, bayi yang sering berinteraksi dengan penutur bahasa bisa mempertahankan susunan otak kritis, jadi dapat membuat mereka belajar bahasa lain di masa depan.

    Selain itu, terdapat manfaat bayi yang melihat banyak wajah. Yakni dapat menyesuaikan diri dalam membedakan dan mengingat lebih banyak variasi wajah.



    Artikel Selanjutnya


    16 Tanda Jenius pada Anak dan Orang Dewasa, Sudah Pernah Cek?

    (npb/npb)


    Inspirasi Kamu Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.