Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Wabah Rabies Bikin Pulau di NTT Diisolasi, Begini Kondisinya
    Inspiring You

    Wabah Rabies Bikin Pulau di NTT Diisolasi, Begini Kondisinya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Juni 2023Updated:4 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus rabies akibat gigitan anjing terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.

    Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang pun menutup Pulau Timor dari lalu lintas hewan pembawa rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera.

    Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Yulius Umbu Hunggar menjelaskan, penutupan Pulau Timor dari HPR sudah dilakukan sejak Selasa (30/5/2023), baik itu di jalur laut, udara, dan pintu lintas batas negara (PLBN).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Instruksi dari saya untuk menutup Pulau Timor dari lalu lintas HPR. Penutupan dilakukan di pelabuhan laut, bandara, dan PLBN RI,” ujar Yulius seperti dikutip CNNIndonesia, Minggu (4/6/2023).

    HPR yang akan masuk maupun keluar dari Pulau Timor akan dilarang untuk sementara waktu. Instruksi tersebut dilakukan untuk menjaga agar jangan sampai rabies yang saat ini mewabah di Kabupaten Timor Tengah Selatan tidak menyebar ke pulau lain di NTT dan juga negara tetangga Timor Leste.

    Penutupan Pulau Timor tersebut juga sambil menunggu pernyataan wabah dan penetapan Kawasan Karantina Rabies dari Kementerian Pertanian.

    Sementara itu Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun dalam pesan tertulis menyampaikan ada 12 ekor anjing rabies yang ditemukan dalam beberapa hari terakhir ini. “11 ekor di (desa) Fenun dan 1 ekot di Fatulunu,” ujarnya.

    Selain itu ada lima ekor anjing rabies di Desa Fenun, Kualeu dan Fatulunu yang dibunuh masyarakat. “Karena anjing-anjing tersebut adalah anjing liar dan diduga telah terinfeksi rabies,” ujarnya.

    Laporan dari Pemerintah Kabupaten TTS hingga Kamis (1/6/2023) pukul 18.00 menyebut, ada 28 desa di 11 kecamatan di Kabupaten TTS yang melaporkan adanya gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies.

    Adapun jumlah orang yang terkena gigitan anjing sebanyak 107 kasus dari hari sebelumnya 72 kasus atau mengalami penambahan sebanyak 35 kasus baru.

    Dari 107 kasus gigitan anjing, ada 13 orang yang ditemukan adanya gejala rabies atau mengalami penambahan tiga kasus yang sehari sebelumnya dilaporkan 10 kasus.

    Di antara 13 yang bergejala rabies, satu orang yang kemudian dirujuk untuk menjalani rawat inap di Puskesmas dan 105 menjalani rawat jalan dan satu orang meninggal dunia.

    Kasus rabies di Timor Tengah Selatan diketahui dari laporan hasil pengujian sampel organ dua ekor anjing yang dinyatakan positif oleh Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar.

    Kasus rabies di TTS ini telah menelan satu korban jiwa yakni AB (45) warga Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan.

    Wabah rabies di TTS ini telah dinyatakan sebagai keadaan luar biasa (KLB) oleh Bupati Timor Tengah Selatan sejak Selasa (30/5/2023).

    (cap/cap)


    Inspirasi Sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.