Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Candi Borobudur Bakal Batasi 150 Pengunjung per 15 Menit
    Inspiring You

    Candi Borobudur Bakal Batasi 150 Pengunjung per 15 Menit

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman26 Mei 2023Updated:26 Mei 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Situs keagamaan terbesar umat Buddha, Candi Borobudur akan segera menetapkan wacana lama pembatasan pengunjung guna menjaga kelestariannya sekaligus menjaga agar kegiatan keagamaan dan pariwisata bisa berjalan beriringan. Hal tersebut disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam media briefing (taklimat media) Festival Purnama Waisak di Kementerian BUMN, Kamis (25/5). Festival Purnama Waisak sendiri rencananya digelar pada 30 Mei-4 Juni 2023.

    Perusahaan BUMN PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sebagai perusahaan yang menginduk PT PWC sebagai pengelola Borobudur akan membentuk satu sistem digital yang bisa mengidentifikasi dan membatasi para pengunjung di Borobudur.

    “Borobudur merupakan peninggalan yang luar biasa dan dunia mengkhawatirkan kerusakan, maka diharapkan ada pembatasan, karena itu solusinya dengan digitalisasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melalui sistem digital, kata Erick, para pengelola hanya memperbolehkan 150 orang untuk menaiki candi dengan durasi hanya 15 menit saja. Setelah itu, akan ada pergantian dengan 150 pengunjung lainnya.

    Larangan memakai alas kaki

    Kebijakan lain adalah pengunjung dilarang memakai sepatu atau sandal saat menaiki Borobudur. Hal ini bertujuan menjaga centimeter dari struktur candi agar tidak tergerus dan terus menipis. Diketahui, bebatuan di relief dan tangga candi menjadi tergerus sampai 5 centimeter dari kondisi semula akibat gesekan alas kaki dan kondisi alam.

    Dia menambahkan, pemerintah melalui InJourney juga akan membuat beberapa zona di kawasan Borobudur. Zonasi akan terdiri dari zona spiritual hingga zona wisata. Setiap zonasi akan dijaga oleh para petugas budaya.

    Pengaplikasian pembatasan pengunjung berangkat dari pengalaman pribadinya saat umrah beberapa waktu lalu. Erick mengatakan kondisi masuk ke Raudah, bagian dari masjid Nabawi yang diyakini sebagai bekas tapak rumah Nabi Muhammad SAW, juga dibatasi saat masuk.

    Saat itu, Erick hanya diberi waktu 10 menit di Raudah. Dengan adanya pembatasan, menurutnya ibadah dan doa menjadi lebih khusyuk. Begitu juga dengan Borobudur, perlu dilakukan pembatasan untuk menjaga ketenangan ritual ibadah dan kelestariannya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Waisak Nasional Karuna Murdaya menyampaikan terima kasih atas dukungan Erick. Karuna menyampaikan Candi Borobudur tak hanya menjadi tempat sakral bagi umat Buddha, melainkan juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi Indonesia dan masyarakat sekitar.

    “Sebanyak 42 persen penduduk Asia Tenggara beragama Buddha, kita berharap ini akan menambah trafik ke Candi Borobudur dan memberikan dampak besar bagi masyarakat,” ujar Karuna.

    Menjelang Festival Purnama, kata Karuna, tingkat hunian hotel dan homestay di sekitar Borobudur sudah terisi penuh. Bahkan, 4.500 lampion yang akan diterbangkan pada prosesi puncak sudah ludes terjual.

    Tahun lalu, kata Karuna, di tengah pembatasan pengunjung karena pandemi Covid, jumlah pengunjung puncak perayaan Waisak mencapai 430 ribu orang. Diharapkan jumlahnya meningkat tahun ini karena pembatasan pandemi telah dicabut.

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.