Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ramai Isu Selingkuh, Ini Pihak yang Paling Rentan Main Serong
    Inspiring You

    Ramai Isu Selingkuh, Ini Pihak yang Paling Rentan Main Serong

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Mei 2023Updated:22 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Isu serta gosip perselingkuhan yang saat ini masih panas menerjang kehidupan para selebritis ibu kota kerap menjadi perbincangan hangat warganet di sosial media. 

    Perselingkuhan umumnya merupakan sikap impulsif yang sejatinya tidak mengenal peran gender. Artinya, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki peluang selingkuh jika mereka sudah terbiasa dan ada kemauan untuk selingkuh.

    Namun, sebuah studi pada 2018 oleh James McNulty dan rekannya di Florida State University menemukan bahwa perselingkuhan lebih umum terjadi di antara mereka yang kurang puas dengan hubungan mereka saat ini.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lalu siapa yang lebih cenderung selingkuh? Pria atau wanita?

    Penelitian James menjawabnya lewat dua faktor. Pertama, daya tarik fisik. Wanita yang cantik cenderung tidak berselingkuh, namun hal ini tidak berlaku bagi pria.

    Kedua, daya tarik pasangan juga menjadi faktor pemicu perselingkuhan. Menurut penelitian tersebut, pria lebih cenderung tidak setia saat pasangannya kurang menarik.

    Psikolog Belanda Joris Lammers dan rekannya menemukan bahwa peningkatan status dan power sosial juga berkaitan dengan perselingkuhan. Ini karena jabatan dan kedudukan meningkatkan kepercayaan diri seseorang untuk menarik perhatian dari lawan (atau bahkan sesama) jenis.

    Di sisi lain, studi terbaru tahun 2022 di Jerman yang diterbitkan di Sage Journals menunjukkan bahwa bahwa pria pelaku perselingkuhan lebih menderita dibanding wanita yang menginisiasi pengkhianatan.

    Sebaliknya, wanita yang memprakarsai perselingkuhan cenderung mengalami peningkatan dalam kesejahteraan (well-being) pribadi secara bertahap setelah peristiwa tersebut.

    Mengenai efek positif pada wanita, penulis berspekulasi bahwa perselingkuhan yang dilakukan wanita lebih sering dimotivasi oleh ketidakpuasan hubungan daripada pria. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa perselingkuhan yang dilakukan karena alasan itu lebih cenderung mengarah pada hasil yang positif.

    Sejatinya, perselingkuhan bisa dihindari dengan saling menghargai antar pasangan. Kemudian, baik pria atau wanita harus menjadi pasangan yang setara tanpa mendominasi sendirian agar dapat melengkapi kekurangan satu sama lain. Dengan begitu, meski banyak godaan datang, hal itu tidak akan menggoyahkan hubungan.



    Artikel Selanjutnya


    Benarkah Pelaku Selingkuh Tak Akan Pernah Tobat? Ini Risetnya

    (hsy)


    Inspirasi Sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.