Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Anggota Pemuja Setan Ada 700 Ribu Orang, Misinya Bikin Kaget!
    Inspiring You

    Anggota Pemuja Setan Ada 700 Ribu Orang, Misinya Bikin Kaget!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman1 Mei 2023Updated:1 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Akhirnya April lalu ada pertemuan besar di Boston Amerika Serikat (AS) yang mungkin membuat banyak orang mengernyitkan dahi. Bertajuk SatanCon 2023, diklaim sebagai pertemuan pemuja setan terbesar sepanjang sejarah.

    Perhelatan akbar tersebut diadakan oleh The Satanic Temple (TST) pada 28 – 30 April bertempat di Marriott Coplet Place. Melansir situs resmi TST, harga tiket untuk menghadiri pertemuan tersebut misalnya pada 29 April sebesar US$ 30. Tiket untuk selama tiga hari pun sudah sold out jauh-jauh hari. Melansir CBS News, pertemuan tersebut berisi ritual satanic, hiburan, hingga diskusi panel.

    Mulai aktif pada Januari 2013, Satanic Temple langsung mencuri perhatian banyak orang. Saat itu, sejumlah anggota sekte tersebut berkumpul di depan gedung parlemen Florida untuk mendukung Gubernur Rick Scott menandatangani aturan yang dikenal sebagai Senate Bill 98.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    TST kini memiliki lebih dari 700.000 anggota terdaftar di seluruh dunia. Perkembangan yang pesat tersebut terkesan menakutkan jika melihat nama The Satanic Temple, tentunya yang terbesit dipikirkan adalah hal-hal yang buruk.

    Tetapi pada kenyataanya The Satanic Temple justru kebalikannya. Mengusung nama “Setan”, TST justru tidak percaya dengan setan dan segala makhluk mistis lainnya. Nama “Setan” digunakan sebagai simbol perlawanan terhadap otoritarianisme

    “Misi The Satanic Temple adalah untuk mendorong kebajikan dan empati, menolak otoritas tirani, mengadvokasi akal sehat praktis, menentang ketidakadilan, serta mengejar tujuan mulia,” tulis TST di situs resminya.

    Melihat misi tersebut, tentunya berbanding terbalik dengan tindakan-tindakan tak bermoral yang dipikirkan banyak orang.

    “Saya mengerti kebingungan orang-orang, ketakutan mereka. Saya benar-benar mengerti, tetapi pada saat yang sama kami adalah kelompok yang sangat disalahpahami. Kami sama seperti orang lain. Kami membayar pajak, kami ingin komunitas kami berkembang dan berbuat baik. Kami mencintai anak-anak kami. Kami manusia biasa, kami hanya memiliki kepercayaan yang sedikit berbeda,” kata Suzanna Plum, salah satu anggota TST yang menghadiri SatanCon 2023, sebagaimana dilansir CBC News, Jumat (28/4/2023).

    TST juga memiliki tujuh prinsip dasar yang justru penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan.

    Untuk diketahui, TST berbeda dengan Church of Satan yang sudah berdiri sejak 1966 meski memiliki beberapa kemiripan. Sama-sama memakai “Setan”, keduanya justru tidak percaya dengan setan atau menyembah setan. Bedanya Church of Satan menggunakan setan sebagai simbol kebebasan individu, sementara TST seperti disebutkan sebelumnya sebagai simbol perlawanan terhadap otoritarianisme.

    CNBC INDONESIA RESEARCH

    [email protected]

    (pap/pap)


    Never Give Up Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.