Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Daftar Negara yang Rentan Hancur Akibat Cuaca Panas Mendidih
    Inspiring You

    Daftar Negara yang Rentan Hancur Akibat Cuaca Panas Mendidih

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman28 April 2023Updated:28 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Salah satu risiko akibat meningkatnya krisis iklim adalah gelombang panas yang berbahaya. Bila hal ini terus terjadi, suatu negara dan wilayah yang tidak siap menghadapinya bisa mengalami kehancuran lebih cepat.

    Dilansir dari CNN International, setelah menganalisis kumpulan data suhu dan model iklim selama 60 tahun, para peneliti berhasil membuat daftar negara yang berpotensi tinggi menjadi ‘titik panas’ dari gelombang panas berisiko tinggi dan rentan mengalami ‘kehancuran’.

    Deretan negara tersebut adalah Afghanistan, Papua Nugini, Guatemala, Honduras, dan Nikaragua. Menurut laporan studi yang dipublikasikan Nature Communication, negara-negara tersebut dinilai sangat rentan karena peningkatan populasi negara terjadi sangat cepat, tetapi akses perawatan kesehatan dan pasokan energinya terbatas sehingga mampu merusak daya tahan terhadap suhu ekstrem.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ada bukti bahwa daerah-daerah itu mungkin akan mengalami gelombang panas yang besar dan mereka tidak siap untuk itu,” ujar profesor ilmu atmosfer di University of Bristol, Dann Mitchell, dikutip Kamis (27/4/2023).

    Menurut Mitchell, Afghanistan adalah negara yang berisiko paling tinggi. Sebab, masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi saat ini mampu menimbulkan kesulitan besar bagi negara di Asia Selatan itu. Ia menilai, dampak yang dialami Afghanistan akan memburuk bila potensi rekor panas ekstrem terjadi.

    “Afghanistan sedang berjuang dengan masalah sosial dan ekonomi yang mengerikan. Selain itu, Afghanistan juga mengalami pertumbuhan populasi yang semakin terekspos pada masalah sumber daya yang terbatas,” tulis laporan studi.

    Gelombang panas adalah salah satu fenomena yang memiliki dampak negatif besar bagi suatu negara. Sebab, fenomena tersebut dapat menurunkan kualitas udara, meningkatkan kondisi kekeringan, meningkatkan risiko kebakaran hutan, hingga dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur.

    Selain itu, gelombang panas juga bisa merugikan kesehatan manusia, seperti meningkatkan risiko sakit kepala, pusing, mual, kehilangan kesadaran, hingga heat stroke alias cedera panas serius yang berisiko kecacatan permanen atau kematian. Maka dari itu, panas ekstrem sering kali disebut sebagai salah satu bencana alam yang paling mematikan.

    Beberapa waktu belakangan ini, cuaca panas ekstrem terjadi di beberapa wilayah di dunia, seperti Indonesia, China, Thailand, Bangladesh, Myanmar, Laos, dan India juga mengalami fenomena serupa. Bahkan, Bangladesh sempat menembus suhu di atas 50 derajat celsius.

    (hsy/hsy)


    Never Give Up Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.