Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kenapa Orang Angkat Telp Bilang ‘Halo’, Bukan Assalamualaikum
    Inspiring You

    Kenapa Orang Angkat Telp Bilang ‘Halo’, Bukan Assalamualaikum

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman22 April 2023Updated:22 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Setiap kali menerima telepon, rata-rata orang akan berkata ‘halo’. Bagi yang beragama Muslim, biasanya ‘halo’ dulu baru disusul ‘assalamualaikum’.

    Sapaan tersebut bukan cuma jadi kebiasaan orang Indonesia, tetapi hampir di seluruh penjuru dunia.

    Lantas, dari mana sapaan tersebut berasal? Menurut Oxford Dictionary, kata ‘halo’ muncul sejak 1827. Kala itu fungsinya bukan sebagai kata sapaan, melainkan untuk mengekspresikan perasaan kaget.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Halo kemudian menjadi ‘hai’ di era telepon pada 1876 silam. Uniknya, bukan Alexander Graham Bell yang menjadikan halo sebagai kata pertama.

    Sang penemu telepon itu justru merekomendasikan kata “hoy”. Kata itu berasal dari bahasa Belanda “hoi” yang juga berarti halo.

    Meski eksistensinya lebih lama sekitar 100 tahun dari “hello” di Bahasa Inggris, “hoy” ternyata tak sukses dan ‘halo’ lebih populer.

    Ternyata, yang memopulerkan kata itu adalah sang penemu lampu, Thomas Alva Edison. Edison lebih menyukai ‘halo’ sebagai sapaan telepon karena mudah didengar dan dibedakan dari kata lain, bahkan untuk transmisi dengan jarak yang lebih jauh.

    Seperti yang dijelaskan oleh Ammon Shea, penulis The First Telephone Book, jawabannya ada di buku telepon. Di buku telepon pertama di dunia, diterbitkan tahun 1878 oleh District Telephone Company of New Haven, ada lembar tambahan “Cara Pemakaian”.

    Kata ‘halo’ direkomendasikan untuk mengawali perbincangan. Soal asal muasal kata ‘halo’, ada beragam versi.

    Ada yang menyebut itu merupakan kata pengganti untuk ‘hallo’ atau ‘hollo’ yang berasal dari bahasa Jerman lawas, yang merupakan seruan untuk menarik perhatian pada sesuatu atau minta tolong perhatiannya.

    Karena itu, untuk meminta perhatian lawan bicara saat menelepon dipakailah suatu kata ‘halo’ yang artinya tolong perhatiannya.

    ‘Hollo’ sendiri pernah muncul di puisi paling tenar dari Samuel Taylor Coleridge. Puisi itu berjudul The Rime of the Ancient Mariner, dan pertama muncul tahun 1798.

    (fab/fab)


    Gaya Hidup Terkini Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.