Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ahli Temukan Virus Covid Bisa Rusak Otak Bayi dalam Kandungan
    Inspiring You

    Ahli Temukan Virus Covid Bisa Rusak Otak Bayi dalam Kandungan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 April 2023Updated:13 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Para peneliti di Fakultas Kedokteran Leonard M. Miller di Universitas Miami menemukan bahwa virus Covid-19 dapat menembus plasenta dan menyebabkan kerusakan otak pada bayi baru lahir.

    Temuan ini diketahui setelah para peneliti mengamati kasus bayi yang dirawat di Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU) di Rumah Sakit Anak Holtz di University of Miami/Jackson Memorial Medical Center. Kedua bayi dites negatif terhadap virus saat lahir, tetapi mereka terdeteksi memiliki antibodi SARS-CoV-2 yang meningkat secara signifikan dalam darah. Ini menunjukkan bahwa antibodi Covid mampu tembus melewati plasenta, atau terjadi pelepasan virus saat di rahim.

    Kedua bayi mengalami kejang, ukuran kepala kecil dan mengalami keterlambatan pertumbuhan. Pada akhirnya satu bayi meninggal pada usia 13 bulan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Studi berjudul Maternal SARS-CoV-2, Placental Changes and Brain Injury in Two Neonates itu diterbitkan 6 April di jurnal Pediatrics. Ini adalah studi pertama yang mengkonfirmasi penularan SARS-Cov-2 lintas plasenta yang menyebabkan cedera otak pada bayi baru lahir.

    “Banyak wanita terkena COVID-19 selama kehamilan, tetapi kasus seperti ini pada bayi saat lahir jelas tidak biasa,” kata Shahnaz Duara, M.D, profesor pediatri di Miller School of Medicine, direktur medis NICU di Rumah Sakit Anak Holtz dan penulis senior dalam penelitian ini.

    “Kami mencoba memahami apa yang membuat kedua kehamilan ini berbeda sehingga kami dapat mengarahkan penelitian untuk melindungi bayi yang rentan,” tambahnya.

    Di awal pandemi COVID-19, kelompok ahli neonatologi ini menemukan ada masalah tekanan darah di antara bayi baru lahir  dari ibu yang positif COVID-19. Meskipun, pada saat dites, bayi-bayi itu negatif COVID.

    “Jika kami melihat bayi yang mengalami gejala ini, kami akan menyebutnya ensefalopati iskemik hipoksia [kerusakan otak yang disebabkan oleh penurunan aliran darah],” kata Michael Paidas, M.D., profesor dan ketua Departemen Kebidanan, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Sekolah Miller dan kepala layanan kebidanan dan ginekologi Jackson.

    “Tapi bukan kurangnya aliran darah ke plasenta yang menyebabkan hal ini. Sejauh yang kami tahu, itu adalah infeksi virus,” tambahnya.


    Artikel Selanjutnya


    Bayi Naik Jetski Berisiko Kena Shaken Baby Syndrome, Apa Itu?

    (hsy/hsy)


    Mind your business True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.