Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»PSK di Amsterdam Ramai-Ramai Protes Pemerintah, Ada Apa?
    Inspiring You

    PSK di Amsterdam Ramai-Ramai Protes Pemerintah, Ada Apa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 April 2023Updated:5 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) di Amsterdam memprotes kebijakan baru yang memperketat aturan wisata seks yang selama ini menjadi salah satu daya tarik bagi turis di ibu kota Belanda tersebut. 

    Diketahui, Amsterdam ingin mengubah citra kota yang liar dan tanpa aturan, terutama di wilayah Red District, pusat wisata seks.

    Salah satu kebijakan yang akan segera berlaku dalam upaya untuk mengubah citra kota itu adalah PSK harus menutup tempat mereka menjajakan jasanya pada jam 3 pagi, dari sebelumnya jam 6 pagi. Undang-undang yang mengatur itu akan mulai berlaku pada Mei mendatang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ini adalah sebuah langkah yang menurut para pekerja akan secara drastis mempengaruhi pendapatan mereka.

    Mengutip CNN Internasional, sejumlah pekerja seks mengatakan bahwa aturan baru ini akan meningkatkan stigma negatif terhadap PSK. Mereka percaya bahwa PSK menjadi sasaran diskriminasi dan digunakan sebagai kambing hitam atas masalah kota.

    Felicia Anna (bukan nama sebenarnya) adalah mantan pekerja seks yang telah tinggal di Amsterdam selama 13 tahun dan sekarang menjadi ketua Red Light United, serikat pekerja di pusat wisata seks Amsterdam.

    Anna mengatakan pengurangan jam kerja akan secara drastis mengurangi pendapatan pekerja seks. Aturan itu juga akan membuat banyak orang nyaris tidak mampu membayar sewa ruang bekerja dan taksi untuk pulang ke rumah dengan selamat.

    Pekerja seks lainnya, Violet, yang juga menggunakan nama samaran, menyuarakan kekhawatiran tentang masalah keamanan akibat jam kerja baru.

    Violet mengatakan pengurangan jam kerja akan berdampak pada komunitas transgender. Ia menyatakan bahwa banyak klien yang datang antara pukul 03.00 hingga 06.00.

    “Penghasilan kami biasanya berbasis uang tunai. Jadi, saat kami pulang bekerja jam 3 pagi dengan membawa uang tunai, itu sangat tidak aman,” ungkap Violet.

    Seorang juru bicara wakil walikota Amsterdam, Sofyan Mbarki, mengatakan kepada CNN bahwa tindakan ini dirancang untuk menjaga agar kota tetap layak huni.

    “Kita sekarang harus memilih pembatasan jam kerja PSK ketimbang suasana kota yang tidak terkendali,” kata Mbarki.

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.