Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ini Jenis Pekerjaan yang Paling Bikin Menderita
    Inspiring You

    Ini Jenis Pekerjaan yang Paling Bikin Menderita

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman27 Maret 2023Updated:27 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebelum memulai karier, semua orang pasti memilih pekerjaan yang bisa membuat bahagia. Namun, ternyata ada pekerjaan yang justru membuat seseorang merasa menderita dan kesepian.

    Dilansir dari CNBC Make It, sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti Harvard selama 85 tahun menunjukkan bahwa ada pekerjaan yang membuat seseorang tidak merasa bahagia dan kesepian, yakni pekerjaan yang minim interaksi sosial positif.

    Sejak 1938, para peneliti Harvard telah mengumpulkan catatan kesehatan lebih dari 700 peserta dari seluruh dunia. Selain itu, mereka juga melakukan survei dengan pertanyaan terkait kehidupan peserta penelitian setiap dua tahun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hasilnya, studi menyimpulkan bahwa interaksi sosial yang positif adalah hal utama yang bisa membuat seseorang bahagia sepanjang hidup mereka. Hal ini juga berlaku dalam pekerjaan.

    “Ini adalah kebutuhan sosial yang harus dipenuhi dalam seluruh aspek kehidupan kita. Selain itu, jika Anda sering bersosialisasi dengan orang lain, Anda akan merasa lebih puas dengan pekerjaan dan akan bekerja lebih baik,” jelas profesor psikiatri di Harvard Medical School, Robert Waldinger, dikutip Senin (27/3/2023).

    Jenis pekerjaan yang paling tidak bahagia

    Penelitian menyebutkan, pekerjaan yang paling minim interaksi sosial sehingga sebagian besar pekerjanya tidak bahagia adalah sopir truk, petugas keamanan malam, kurir pesan-antar makanan daring, ritel daring, hingga karyawan gudang yang bekerja sangat cepat.

    Waldinger mengatakan, pekerjaan-pekerjaan itu minim interaksi sosial karena para pekerja dituntut untuk bekerja dengan cepat dan mandiri sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

    Namun, kesepian tidak hanya menimpa mereka yang bekerja sendirian. Orang dengan pekerjaan sosial yang sibuk pun juga bisa merasa terisolasi jika mereka tidak memiliki interaksi yang positif dan bermakna dengan orang lain, salah satu contohnya adalah customer service.

    “Kami tahu bahwa orang-orang customer service sering kali sangat tertekan oleh pekerjaan mereka, terutama ketika mereka berbicara di telepon sepanjang hari dengan orang-orang yang penuh emosi,” katanya.

    Seiring dengan hal tersebut, para peneliti juga menemukan bahwa meluangkan waktu untuk bersosialisasi di tempat kerja, seperti mengobrol ringan dengan rekan kerja terbukti dapat memulihkan dan membantu meringankan perasaan kesepian dan ketidakpuasan para pekerja.

    Namun, beberapa atasan menganggap bahwa produktivitas karyawan akan menurun jika mereka mengobrol atau tertawa bersama di kantor, padahal yang terjadi justru sebaliknya. Sebuah laporan pada 2022 dari Gallup menunjukkan bahwa orang yang memiliki sahabat di tempat kerja lebih produktif daripada mereka yang tidak memiliki teman.

    Saat mencari pekerjaan, sebagian besar orang menganggap kompensasi dan asuransi kesehatan adalah sumber kebahagiaan. Namun, Waldinger dan Direktur Asosiasi Harvard Study of Adult Development, Marc Schulz berpendapat bahwa hubungan kerja adalah sumber kebahagiaan yang harus lebih diperhatikan.

    “Hubungan yang positif di tempat kerja mampu mengurangi tingkat stres seseorang, menghasilkan sosok pekerja yang lebih sehat, dan perasaan yang lebih bahagia sepulang kerja,” ujar Waldinger dan Schulz dalam buku The Good Life.


    Artikel Selanjutnya


    10 Profesi Ini Tetap Dicari Meski Amit-amit Terjadi Resesi

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.