Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»8 Fakta Syabda Perkasa Belawa, Meninggal akibat Kecelakaan
    Inspiring You

    8 Fakta Syabda Perkasa Belawa, Meninggal akibat Kecelakaan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman22 Maret 2023Updated:22 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dunia bulu tangkis Tanah Air tengah berduka. Salah satu atlet badminton muda berbakat Syabda Perkasa Belawa meninggal dalam kecelakaan di tol Pemalang, Jawa Tengah pada Senin (20/3/2023) dini hari.

    Dalam insiden itu Syabda beserta sang ibu meninggal dunia, sedangkan ayah, kakak dan adiknya selamat. Akibat kecelakaan itu, Syabda tutup usia pada 21 tahun.

    Berikut fakta-fakta kecelakaan dan kematian Syabda, sebagaimana dihimpun CNBC Indonesia dari berbagai sumber.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Pergi Melayat Nenek

    Salah satu kerabat Syabda, Swara Stiya mengatakan keluarga saudaranya tersebut bertolak dari Bekasi ke Sragen, Jawa Tengah untuk melayat nenek yang meninggal pada Minggu (19/3/2023).

    “Kemarin neneknya masuk rumah sakit, terus malamnya meninggal dunia. Ya sudah akhirnya keluarga pada mau pulang. Mas Syabda juga lagi libur minggu kemarin,” kata Swara Stiya di rumah duka di Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Sragen, mengutip Detik.

    2. Berangkat dari Bekasi

    Keluarga Syabda yang terdiri dari ibu, ayah, kakak, dan adik menuju ke Sragen dari Bekasi pada Minggu (19/3/2023) sekitar pukul 23.00 WIB. Kelima anggota keluarga tersebut mengendarai mobil sedan Camry berpelat nomor B 1824 KBN.

    Semula Syabda yang mengendarai mobil dari rumahnya menuju KM 57 di Tol Cikampek-Karawang. Kemudian saat di rest area tersebut pengemudi digantikan oleh ayah Syabda hingga sampai ke lokasi kecelakaan di KM 315.

    3. Menabrak Truk

    Kecelakaan yang dialami Syabda dan keluarga terjadi di KM 315. Ini terjadi setelah mobil yang dikendarai ayahnya menabrak Truk Colt Diesel dengan pelat nomor AG 8711 V yang sedang melaju di depannya.

    Kecelakaan maut yang dialami Syabda dan keluarga ini terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 03.40 WIB.

    4. Sopir Diduga Mengantuk

    Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya mengungkapkan bahwa kecelakaan yang menewaskan Syabda dan ibunya terjadi diduga karena sopir mengantuk.

    “Menurut pengakuan sementara, karena kondisinya masih syok, yang bersangkutan mengantuk. Kita masih dalami keterangan yang ada,” ucap Yovan dikutip dari Detik.com.

    5. Syabda dan Ibu Meninggal

    Akibat kecelakaan maut tersebut, Syabda dan ibunya meninggal dunia. Syabda meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit, sedangkan ibunya, Anik Sylistyowati (48), meninggal dunia di tempat kejadian.

    Sementara itu, ayah, adik, dan kakaknya mengalami luka-luka dan masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

    6. Dimakamkan Satu Liang Lahat

    Jenazah Syabda dan ibunya, serta sang nenek kemudian dimakamkan satu liang lahat di Sragen. Ketiganya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Karaban, Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Senin malam.

    7. Chat Terakhir

    Pitha Haningtyas, kekasih Syabda, mengunggah isi pesan singkat terakhir mereka sebelum kecelakaan dan kematian terjadi melalui Instagram Story.

    “Our last,” tulis Pitha Haningtyas dalam unggahannya.

    Dalam tangkapan layar tersebut, Pitha terlihat memberikan kabar kepada Syabda bahwa dirinya telah sampai di Basel, Swiss yang merupakan lokasi Swiss Open 2023. Namun dari banyaknya chat yang dikirim hingga pukul 01.37 malam, tak ada satupun yang dibalas Syabda.

    8. Anak Baik

    Kematian mendadak Syabda dan ibunya membuat tetangga keluarga tersebut kaget dan tidak menyangka akan adanya kecelakaan tersebut. Ibrahim, salah satu tetangga keluarga Syabda, mengatakan sebelum berangkat ayah Syabda sempat bertemu dan berpamitan kepadanya.

    “Ayahnya Syabda, kebetulan ada acara RW langsung keluar. Saya tanya mau ke mana, katanya mertua meninggal,” kata Ibrahim saat ditemui di rumah duka Bekasi, dikutip dari InsertLive.

    Ibrahim pun mengenang bagaimana sikap Syabda semasa hidupnya. Ia memiliki banyak kenangan manis dengan atlet berusia 21 tahun tersebut.

    “Pendiam, sopan, disiplin, penurut sama orangtua,” katanya. “Walaupun sudah atlet besar nggak sombong. Kalau dia abis pulang lomba kayak kemaren PON, dia bawa baju bagi-bagi buat tetangganya atau saudaranya, buat kenang-kenangan mereka. Syabda kebanggaan kita semua di sini.”

     

    (luc/luc)


    Ide Sukses Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.