Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mau Minta Naik Gaji ke Atasan? Jangan Ucapkan 4 Kalimat Ini
    Inspiring You

    Mau Minta Naik Gaji ke Atasan? Jangan Ucapkan 4 Kalimat Ini

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman16 Maret 2023Updated:16 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Memulai percakapan dengan atasan terkait kenaikan gaji sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kurang mengenakkan. Sebab, belum mulai membicarakannya, rasa takut permintaan ditolak sudah membuat diri ‘terpaku’.

    Sehingga tanpa sadar Anda mengatakan hal yang dapat merusak peluang naik gaji.

    Melansir dari CNBC Make It, menurut penulis buku Say Less, Get More: Unconventional Negotiation Techniques to Get What You Want, Fotini Iconomopoulos, setidaknya ada empat kalimat yang harus dihindari ketika ingin melakukan negosiasi kenaikan gaji. Apa saja?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Saya ingin gaji yang lebih besar”

    Menurut Fotini, seorang karyawan lebih baik mengatakan “kisaran gaji yang tepat,” daripada “saya ingin gaji lebih besar”. Ini ketika melakukan negosiasi kenaikan gaji.

    Biasanya, seseorang cenderung ‘membeku’ ketika hendak menyebutkan permintaan kenaikan gaji. Akibatnya, mereka jadi mengatakan “saya ingin gaji yang lebih besar,” untuk menghindari menyebut angka spesifik.

    Padahal, cara terbaik untuk memenangkan negosiasi adalah mengatakan apa yang diinginkan. Fotini mengatakan, negosiator yang hebat adalah mereka yang selalu melakukan persiapan.

    Maka dari itu, Fotini menyarankan seseorang untuk mencari tahu terlebih dahulu, berapakah kisaran gaji yang tepat untuk profesi dan kemampuan yang dimiliki. Hal tersebut dapat dilakukan melalui riset terhadap orang-orang di industri yang sama.

    “Sepertinya saya pantas mendapatkan kenaikan gaji karena..”

    Fotini menegaskan bahwa negosiator yang hebat tidak terlihat ragu-ragu dan tidak pernah mengatakan ‘sepertinya’. Jika Anda mengatakan ‘sepertinya’, secara tidak langsung Anda ragu dengan diri sendiri.

    Maka dari itu, seseorang harus yakin. Ini tentang seberapa besar nilai yang dibawa ke organisasi dan tidak takut untuk mengartikulasikannya.

    Jika Anda mendapat pujian performa kerja dari rekan kerja, manajer, atau orang lain, sebutkan hal tersebut dalam percakapan negosiasi. Menurut Fotini, opini objektif dari orang lain akan membuat penawaran kenaikan gaji Anda bisa dipertimbangkan.

    Selain itu, bicarakan pula tentang kontribusi Anda selama bekerja di perusahaan. Seperti proyek yang sukses dikerjakan.

    “Saya berharap bisa …”

    Menurut Fotini, menggunakan kata-kata ‘harapan’ membuat seseorang terlihat tidak benar-benar mengharapkan untuk menerima kenaikan gaji. Maka dari itu, katakan dengan yakin terkait apa yang diinginkan, seperti “berdasarkan pengalaman saya, saya menginginkan…”

    Gunakan riset yang telah dilakukan dan beritahu peningkatan performa kerja yang telah dilakukan untuk membingkai permintaan Anda. Ketika Anda membingkai harapan Anda sebagai fakta objektif, hal itu akan terlihat lebih rasional dan lebih sulit untuk ditolak.

    “Saya mau pindah ke …”

    Mengancam untuk resign dan pindah ke perusahaan lain ketika permintaan kenaikan gaji ditolak adalah hal yang harus dihindari. Alih-alih dikabulkan, atasan Anda mungkin akan mempersilakan Anda untuk pergi dari perusahaan.

    Maka dari itu, lebih baik mengatakan “saya dapat tawaran pekerjaan di perusahaan lain, tetapi saya lebih tertarik melanjutkan posisi di perusahaan ini untuk jangka panjang,”.

    Tawaran pekerjaan dari luar dapat digunakan sebagai alasan untuk meminta kenaikan gaji, tetapi harus dikatakan dengan hati-hati. Ini adalah cara yang lebih efektif dan kolaboratif. Sebab, hal itu membuat situasi tetap positif dan secara tidak langsung meminta perusahaan untuk kompetitif demi mempertahankan Anda.

    Lalu, apa yang harus dilakukan bila permintaan kenaikan gaji tidak bisa dipenuhi?

    Tidak semua proses negosiasi bisa selesai dengan cepat. Terkadang, permintaan kenaikan gaji Anda akan ditolak, tetapi itu bukan berarti Anda tidak bisa memintanya lagi. Fotini mengatakan, ini baru permulaan.

    Bila Anda ingin tetap bekerja di perusahaan Anda saat ini, mungkin perlu sedikit lebih lama untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Jika perusahaan mengatakan “tidak sekarang (untuk naik gaji)”, kuncinya adalah menanyakan kapan sekiranya Anda bisa naik gaji.

    Bila perusahaan mengatakan bahwa Anda membutuhkan lebih banyak pengalaman, tanyakan secara pasti terkait pengalaman. Seperti apa yang diperlukan perusahaan.


    Artikel Selanjutnya


    Ingin Minta Naik Gaji ke Atasan? Hindari 5 Kalimat Ini

    (sef/sef)


    Inspirasi Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.