Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ini Letak Kursi Paling Aman di Pesawat, Jangan Geser!
    Inspiring You

    Ini Letak Kursi Paling Aman di Pesawat, Jangan Geser!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Maret 2023Updated:12 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak penumpang pesawat yang memesan kursi dekat dengan toilet agar akses keluar-masuknya mudah. Ada pula yang menyukai kursi dengan ruang kaki yang luas agar tak lelah menempuh perjalanan berjam-jam.

    Jarang ditemui penumpang yang sengaja memilih kursi tengah di barisan paling belakang pesawat. Namun, secara statistik kursi ini justru yang paling aman.

    Mengutip CNN Internasional, investigasi TIME yang mengamati data kecelakaan pesawat selama 35 tahun menemukan bahwa kursi tengah di barisan paling belakang pesawat memiliki tingkat kematian terendah, yakni 28%, dibandingkan dengan kursi lorong di barisan tengah tengah pesawat yang dekat sayap, dengan tingkat kematian 44%.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut ahli penerbangan di Central Queensland University, DougDrury, duduk dekat pintu keluar akan memberi Anda jalur penyelamatan tercepat dalam keadaan darurat, asalkan tidak ada api di sisi itu. Pasalnya, sayap pesawat menyimpan bahan bakar, jadi kursi yang dekat sayap bukanlah opsi teraman.

    Pada saat yang sama, jika Anda penumpang kelas bisnis, misalnya, yang ditempatkan di bagian depan pesawat, dalam situasi emergensi Anda akan terkena dampak lebih dulu dibanding penumpang lain yang berada di belakang.

    Ia mengatakan kursi tengah lebih aman daripada kursi jendela atau lorong, karena terdapat buffer berupa penumpang lain di kedua sisinya.

    Jenis keadaan darurat menentukan kelangsungan hidup

    Selain posisi duduk, jenis insiden penerbangan juga menentukan fatalitas bagi keselamatan penumpang. Pesawat yang menabrak gunung memiliki peluang keselamatan yang kecil.

    Contohnya yang terjadi pada bencana tahun 1979 yang tragis di Selandia Baru. Penerbangan Air New Zealand TE901 menabrak lereng Gunung Erebus di Antartika, menewaskan 257 penumpang dan awak pesawat.

    Jatuh di laut dengan posisi ‘hidung’ pesawat terlebih dahulu juga mengurangi peluang untuk bertahan hidup, seperti yang terjadi pada insiden Air France Penerbangan 447 pada 2009, di mana 228 penumpang dan awak kabin tewas.

    Pilot dilatih untuk meminimalkan potensi risiko dalam keadaan darurat sebaik mungkin. Mereka akan berusaha menghindari menabrak gunung dan mencari pendaratan tempat yang datar, seperti lapangan terbuka, untuk mendarat senormal mungkin.

    Jenis pesawat juga bisa memengaruhi keadaan emergensi. Umumnya, pesawat yang lebih besar akan memiliki lebih banyak material struktural dan karenanya lebih kuat untuk menahan tekanan di ketinggian.

    Ini berarti pesawat besar dapat memberikan perlindungan tambahan dalam keadaan darurat, meskipun pada akhirnya semuanya sangat bergantung pada tingkat keparahan keadaan darurat.

    (tib)


    Gaya Hidup Terkini Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.