Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kesetaraan Gender Baru Bisa Terwujud 300 Tahun Lagi
    Inspiring You

    Kesetaraan Gender Baru Bisa Terwujud 300 Tahun Lagi

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman8 Maret 2023Updated:9 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day diperingati setiap 8 Maret.

    Perayaan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan sekaligus menjadi momentum penghargaan atas prestasi perempuan tanpa memandang latar belakang, seperti etnis, bahasa, budaya, ekonomi, dan pandangan politik.

    Namun, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengatakan, saat ini kesetaraan antara perempuan dan laki-laki di dunia adalah tujuan yang semakin jauh. Bahkan, ia mengatakan bahwa kesetaraan gender baru akan dicapai 300 tahun lagi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kemajuan menuju kesetaraan gender menghilang di depan mata kita,” sebut Guterres, dikutip dari CNN International, Rabu (8/3/2023).

    Dalam pidatonya pada Senin (6/3/2023) lalu, Guterres mengungkapkan bahwa semakin tingginya angka kematian ibu, anak perempuan dipaksa menikah dini, dan anak perempuan diculik serta diserang ketika hendak bersekolah adalah bukti konkret semakin jauhnya harapan dunia untuk mencapai kesetaraan gender.

    “Hak-hak perempuan disalahgunakan, diancam, dan dilanggar di seluruh dunia,” ujar Guterres.

    “Di beberapa negara, termasuk Afghanistan, perempuan dan anak perempuan telah dihapus dari kehidupan publik,” lanjutnya. Melalui pidatonya, Guterres membawa peristiwa protes para perempuan di Afghanistan kepada Taliban atas pembatasan pendidikan perempuan.

    Selain itu, ia juga mengatakan bahwa di beberapa negara, hak seksual dan reproduksi perempuan dilanggar dan dibatalkan.

    Maka dari itu, guna mencapai kesetaraan gender, Guterres menyerukan tindakan bersama dan mendesak mulai dari meningkatkan pendidikan, pendapatan, dan lapangan kerja bagi perempuan, serta mendukung penuh partisipasi perempuan dan anak perempuan dalam bidang sains dan teknologi.

    “Patriarki, diskriminasi, dan stereotip berbahaya selama berabad-abad telah menciptakan kesenjangan gender yang sangat besar dalam sains dan teknologi,” sebut Sekjen PBB.

    “Bersama-sama, mari kita melawan penolakan terhadap hak-hak perempuan, melawan misogini dan maju untuk perempuan, anak perempuan dan dunia kita,” tegasnya.

    Dilansir dari laman resmi UN Women, Hari Perempuan Internasional pada tahun ini mengusung tema “DigitALL: Innovation and Technology for Gender Equality” atau “DigitALL: Inovasi dan Teknologi untuk Kesetaraan Gender”.

    Melalui tema tersebut, PBB memiliki tujuan untuk memperjuangkan hak perempuan dan anak perempuan dalam kemajuan bidang teknologi transformatif dan pendidikan digital.

    Tema peringatan tahun ini diharapkan mampu menciptakan kemajuan teknologi digital yang membuka pintu baru bagi pemberdayaan perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.