Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Resesi Seks Mengancam, Jepang Bikin Acara Perjodohan Akbar
    Inspiring You

    Resesi Seks Mengancam, Jepang Bikin Acara Perjodohan Akbar

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman3 Maret 2023Updated:3 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sekitar 400 masyarakat Jepang yang lajang akan berkumpul di Nagakute, Jepang Tengah untuk berpartisipasi dalam acara perjodohan terbesar di Negeri Sakura tersebut.

    Dilansir dari Mainichi, Pemerintah Prefektur Aichi mengatakan lewat acara perjodohan ini, mereka berusaha memfasilitasi masyarakat yang ingin menikah di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

    Sejak 2011, Prefektur Aichi telah mengelola situs portal tempat orang-orang yang ingin menikah untuk menemukan informasi acara perjodohan. Namun, jumlah acara perjodohan yang diadakan oleh swasta menurun drastis akibat pandemi Covid-19. Selain itu, jumlah pengguna juga semakin berkurang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Ilustrasi Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
    FILE PHOTO: Girls wearing the yukata, or casual summer kimono, run as they cross the road at a shopping district in Tokyo, Japan, July 20, 2018. REUTERS/Kim Kyung-Hoon/File Photo

    Menurut survei yang yang dilakukan oleh prefektur pada 2018, sekitar 80 persen masyarakat Jepang berniat untuk menikah, tetapi sekitar 40 persen lainnya memilih untuk tetap melajang karena mereka belum bertemu dengan pasangan yang berpikiran sama.

    Melihat hasil survei tersebut, pemerintah daerah pun memutuskan untuk bertindak dengan menyelenggarakan acara perjodohan.

    Menurut laporan yang sama, acara yang juga ditujukan untuk para lajang berusia 20 hingga 30-an yang tinggal di Aichi ini akan diadakan pada Oktober mendatang di Taman Peringatan Aichi Expo 2005 Nagakute.

    Dalam acara tersebut, peserta akan diminta menyaksikan video untuk mempelajari percakapan dan tata krama yang bermanfaat sebelum dipisah menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mencari calon pasangannya.

    Disebutkan, Prefektur Aichi mengeluarkan anggaran sebesar 9,77 juta Yen atau sekitar Rp1 miliar (asumsi kurs Rp111.75/Yen) untuk acara yang juga bertujuan mencegah resesi seks ini. Seorang pejabat prefektur menyatakan, pihaknya ingin membantu masyarakat Jepang berpikir positif terkait pernikahan. Hal itu seiring dengan semakin menurunnya angka kelahiran di negaranya.

    Nihon Konkatsu Shien Kyokai atau asosiasi pendukung perjodohan Jepang telah bekerja sama dengan badan publik untuk menyelenggarakan sejumlah acara semacam itu. Perwakilan Nihon Konkatsu Shien Kyokai, Koki Goto mengatakan bahwa acara perjodohan tersebut didanai publik.

    “Penting untuk menjadi kreatif agar orang-orang yang serius ingin menikah merasa diterima untuk bergabung, bukan mereka yang hanya mencari pasangan atau pacar,” sebut Goto, dikutip Selasa (28/2/2023).

    Sebelumnya, dilansir dari Japan Times, Pemerintah Jepang mencatat total tingkat kesuburan di Jepang terus menurun selama bertahun-tahun. Pada 2005, statistik sempat pulih dari tingkat terendah melalui angka 1,26 pada 2005. Lalu, pada 2021 tingkat tersebut meningkat di angka 1,30. Namun, pada 2021 juga jumlah kelahiran bayi di Jepang mencapai titik terendah, yaitu 811.622.

    Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi masalah turunnya angka kelahiran di negaranya, mulai dari sosialisasi mengenai pentingnya membangun keluarga, menambah layanan penitipan anak, hingga mendorong work-life balance. Namun, yang paling tak biasa, pemerintah juga menyediakan layanan perjodohan untuk warganya.


    Artikel Selanjutnya


    6 Rahasia Panjang Umur Warga Okinawa Jepang, Ternyata Simpel

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.