Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Siswa SMA Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini Respons IDAI
    Inspiring You

    Siswa SMA Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini Respons IDAI

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman2 Maret 2023Updated:2 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) angkat bicara soal kebijakan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat yang menginstruksikan jam masuk peserta didik setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dimajukan menjadi pukul 05.00 WITA.

    Ketua IDAI dr. Piprim Yanuarso mengatakan bahwa sah-sah saja jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melaksanakan uji coba jam masuk anak sekolah dimajukan menjadi pukul 05.00 WIB selama waktu tidur anak dipastikan cukup.

    “Anak harus tidur cukup, kira-kira untuk [anak] SMA tujuh sampai delapan jam, lah. Artinya kalau anak bangun jam empat pagi, dia harus tidur jam 20 malam supaya tidurnya cukup,” ujar Piprim di Kantor Sekretariat Pengurus Besar Dokter Indonesia (IDI), Jakarta, Kamis (2/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Jangan sampai anak begadang. Besoknya berangkat pagi-pagi, ini akan sangat enggak sehat buat dia. Apalagi berlangsung kronik, kan,” tegas dr. Piprim.

    Piprim menjelaskan, ada dua prinsip yang harus diperhatikan bila anak diwajibkan untuk memulai sekolah sejak pukul 05.00, yaitu waktu tidur dan dukungan sosial anak. Ia menegaskan, orang tua dan keluarga anak harus siap menciptakan lingkungan yang mendukung dengan turut mengubah pola tidur keluarga.

    “Jangan sampai anaknya disuruh tidur cepat, bapaknya nonton TV sampai tengah malam,” ujar dr. Piprim.

    “Pagi-pagi anaknya sudah heboh mau sekolah, dia siap-siap sendiri saat keluarganya yang lain masih tidur pulas. Ini, kan, dukungan sosial tidak menunjang, enggak bagus untuk anaknya,” lanjutnya.

    Lantas, kapan waktu mulai belajar yang ideal bagi anak?

    Ketua IDAI menyatakan bahwa jam belajar yang ideal bagi anak tergantung pada variasi diurnal untuk hormon kortisol. Diurnal adalah pola aktivitas di siang hari dan beristirahat di malam hari. Sementara itu, hormon kortisol adalah hormon stres atau hormon siaga.

    “Hormon kortisol siap untuk belajar dan bekerja itu mulai dikeluarkan kira-kira pukul tiga pagi, pukul empat pagi. Kemudian, puncaknya itu sekitar pukul tujuh, delapan, sembilan. Itu puncaknya orang segar, siap kerja,” jelas dr. Piprim.

    Dengan demikian, ia tetap memperbolehkan sejumlah sekolah untuk memulai pembelajaran sejak pukul 05.00 dengan catatan para siswanya telah memperoleh waktu tidur yang cukup.

    Penelitian menyebutkan, remaja yang memiliki waktu tidur tidak cukup berisiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara maksimal, depresi, berprestasi buruk di sekolah, hingga cenderung melakukan pola hidup yang buruk, seperti mengonsumsi alkohol, merokok, dan menggunakan obat-obatan terlarang.

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.