Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Seram! Diam-diam Ada ‘Bom Waktu’ Kasus Diabetes Anak di RI
    Inspiring You

    Seram! Diam-diam Ada ‘Bom Waktu’ Kasus Diabetes Anak di RI

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman2 Maret 2023Updated:2 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Diabetes terbukti tak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga bisa menimpa anak-anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahkan mencatat, pada tahun ini saja ada lonjakan kasus diabetes pada anak hingga 70 kali lipat dibandingkan tahun 2010.

    Ketua IDAI dr. Piprim Yanuarso mengatakan, terdapat dua jenis diabetes yang umumnya diderita oleh anak. Yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

    Dia mengatakan, ada kenaikan kasus diabetes tipe 2 pada anak-anak dan remaja. Padahal tipe tersebut umumnya terjadi di usia dewasa, yakni 40 tahun ke atas.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sekarang yang mengkhawatirkan juga tren diabetes tipe 2 pada remaja. Ini sudah ditarik lebih prematur lagi ke anak-anak. Jadi, anak-anak sekarang sudah banyak yang diabetes tipe 2 yang murni akibat gaya hidup,” ujar Piprim di Kantor Sekretariat Pengurus Besar Dokter Indonesia (IDI), Jakarta, Kamis (2/3/2023).

    Menurutnya, sekitar 90 persen kasus diabetes pada anak adalah diabetes tipe 1. Rata-rata usia anak pengidap diabetes tipe 1 adalah lima hingga 16 tahun.

    Sementara itu, diabetes tipe 2 lebih banyak dialami oleh remaja.

    Lalu apa sebenarnya pemicu meningkatnya kasus diabetes pada anak di Indonesia?

    Piprim mengungkapkan, pola makan anak-anak di Indonesia yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji (junk food) hingga makanan dan minuman mengandung pemanis high fructose corn syrup (HFCS), seperti minuman bersoda menjadi salah satu faktor utama terjadinya diabetes dan obesitas pada anak.

    “Bisa jadi obesitas. Obesitas kemudian bisa jadi diabetes tipe 2. 70 persen anak diabetes itu obesitas, hanya 30 persen anak diabetes tipe 2 yang tidak obesitas,” sebut Piprim.

    “Jadi, untuk mengenali bedanya bagaimana sekarang gampang, nih. Biasanya anak-anak yang tipe 1, tuh, kurus-kurus. Nah, anak diabetes tipe 2 itu awalnya gemuk-gemuk dulu,” lanjutnya.

    Data Berbeda

    Hanya saja, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan, masih ada perbedaan data antara IDAI dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) soal kasus diabetes pada anak di Indonesia.

    “Angkanya di IDAI dan BPJS berbeda. Jadi IDAI [menyebutkan bahwa diabetes] naik 70 kali untuk anak. [Sementara itu] angkanya BPJS kita cek enggak segitu naiknya, yaitu 2 sampai 3 kali,” papar Menkes dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (8/2/2023) lalu.

    Menanggapi hal tersebut, Piprim mengatakan, data diabetes anak di Indonesia memang tidak bisa sinkron.

    Sebab, data IDAI diperoleh dari laporan para anggota IDAI, yakni dokter spesialis anak yang menangani kasus diabetes anak. Sementara data dari Kementerian Kesehatan maupun BPJS diperoleh dari dokter umum dan fasilitas pelayanan kesehatan.

    “Data yang kami kumpulkan itu under estimated, loh, kita mengumpulkan 1.645 anak dengan diabetes, di lapangan jauh lebih besar daripada itu sebetulnya. Itu fenomena gunung es,” pungkas Piprim.

    (dce)


    Berani sukses Ide Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.