Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Di Korea, Sekolah Simpan Catatan Bully Siswa Selama 2 Tahun!
    Inspiring You

    Di Korea, Sekolah Simpan Catatan Bully Siswa Selama 2 Tahun!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman1 Maret 2023Updated:1 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Pendidikan Korea Selatan (Korsel) menginstruksikan seluruh sekolah di negara itu untuk menyimpan catatan perundungan para siswanya hingga dua tahun kelulusan.

    Dilansir dari The Korea Times, sebelumnya catatan pelaku kekerasan dan perundungan di sekolah langsung dapat dihapus ketika siswa telah lulus. Akibatnya, hal itu menyulitkan sejumlah pihak untuk melacak dan menangani pelaku.

    Namun, mulai hari ini, Rabu (1/3/2023), seluruh sekolah akan menyimpan seluruh catatan tersebut hingga dua tahun setelah pelaku kekerasan dan perundungan lulus. Kementerian Pendidikan Korsel mengatakan, hal ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan keamanan di seluruh ruang kelas.

    Menurut laporan tersebut, kekerasan di sekolah dapat diklasifikasikan ke dalam sembilan tingkatan atau kategori tergantung pada tingkat keseriusan.

    Bila terjadi kekerasan kategori sembilan, pelaku tingkat sekolah menengah dapat dikeluarkan dari sekolah. Lalu, pelaku kekerasan kategori delapan akan dipindahkan ke sekolah lain. Sementara itu, pelaku kekerasan kategori tujuh harus pindah kelas.

    Namun, kategori delapan adalah kasus kekerasan yang paling serius. Sebab, siswa dikeluarkan dari sekolah bukanlah suatu pilihan karena sekolah merupakan pendidikan wajib di Korsel. Seiringan dengan hal tersebut, kekerasan kategori delapan pun memang paling banyak terjadi.

    Selain menyimpan catatan perundungan para siswa hingga dua tahun kelulusan, Kementerian Pendidikan Korsel juga akan meluncurkan badan konsultasi bersama kementerian dan organisasi terkait yang ditujukan untuk mencegah dan menangani kekerasan terhadap siswa di dunia maya.

    Lalu, pendidikan tentang pencegahan narkoba juga akan diperluas di seluruh tingkatan sekolah.

    Beberapa waktu lalu, kasus perundungan siswa di Korsel menjadi sorotan seiring dengan popularitas drama Korea, The Glory. Dilansir dari Wolipop, seorang komisaris sekolah mengungkapkan kasus perundungan yang dilakukan siswa di Korsel melalui acara radio MBC News High Kick.

    Komisaris sekolah yang bertanggung jawab atas kasus perundungan di Kantor Pendidikan Gyeonggi Suwon, Choi Woo Seong mengatakan, kasus perundungan yang terjadi di kehidupan nyata jauh lebih sadis dari yang ditampilkan dalam The Glory.

    “Adegan kekerasan di drama Korea The Glory mengejutkan banyak penonton. Beberapa orang mungkin tidak percaya kalau itu benar terjadi, tapi peristiwa yang terjadi di kehidupan nyata dan meningkatkan kesadaran tentang kekerasan di sekolah, kenyataannya lebih buruk,” ungkap Choi, dikutip Rabu (1/3/2023).

    “Korban saat itu mengalami luka bakar dan tulang ekornya pun menonjol. Dia membutuhkan 5 hingga 6 minggu untuk rawat inap. Para perundung mengaku bahwa mereka berniat merobek keropeng yang terbentuk di atas bekas lukanya,” lanjut Choi menceritakan salah satu kasus perundungan siswa yang terjadi di Negeri Ginseng itu.

    Choi menjelaskan, sebenarnya Undang-Undang Kekerasan Sekolah telah disahkan pada 29 Januari 2004. Namun, korban selalu mendapat ancaman dari pelaku untuk tidak mengungkap identitas pelakunya kepada siapa pun.

    Dilansir dari Nate, pelaku perundungan remaja yang berusia 10 hingga 14 tahun mendapat perlindungan hukum. Namun, menyusul desakan publik atas kasus perundungan yang marak terjadi, pemerintah Korsel akhirnya mengesahkan undang-undang yang menurunkan batas usia untuk peradilan remaja dan pencegahan tindak kejahatan, yakni dari usia 14 tahun menjadi 13 tahun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT


    Artikel Selanjutnya


    Babi Haram di Qatar, Koki Tim Negeri K-Pop Pakai Jurus Khusus

    (Sumber: CNBC.com )


    Ide Sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.