Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»5 Red Flag di Dunia Kerja, Tanda Perlu Cari Pekerjaan Baru
    Inspiring You

    5 Red Flag di Dunia Kerja, Tanda Perlu Cari Pekerjaan Baru

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 Februari 2023Updated:24 Februari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Keputusan untuk berpindah tempat kerja bukanlah hal mudah. Namun, hal tersebut ternyata dilakukan oleh sejumlah orang yang kini menjadi sosok kaya raya.

    Dilansir dari CNBC Make It, penulis Rich Habits: The Daily Success Habits of Wealthy Individual, Tom Corley mengatakan bahwa sebagian besar dari 223 miliuner mengaku, kesuksesan dan kekayaan mereka dimulai sejak berani memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan karier menengah hingga akhirnya.

    Sebanyak 51 persen pengusaha, 28 persen pegawai kantoran, dan 18 persen eksekutif senior di perusahaan besar mengatakan, mereka menemukan peluang dan pendapatan yang lebih tinggi setelah melakukan resign dan memulai bisnis atau pekerjaan sampingan lainnya sendiri. Mereka mengaku, penyebab utama mereka memutuskan untuk resign adalah red flags di tempat bekerjanya. Lantas, apa saja red flags tersebut?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Perusahaan Tidak Membuat Mereka Berkembang

    Setiap orang yang bekerja di suatu perusahaan umumnya mengharapkan jenjang karier yang jelas, peningkatan kemampuan diri, dan rasa dihargai oleh perusahaan. Namun, bila tidak memperoleh hal itu di tempat kerja, resign bisa jadi pilihan yang tepat.

    Sebagian besar miliuner mengaku, ketika bekerja di perusahaan sebelumnya, mereka selalu mengerjakan tugas yang monoton dan membosankan. Mereka menyebutkan, tugas-tugas yang diberikan perusahaan tidak membuat kekuatan dan bakat berkembang.

    Salah satu miliuner mengaku, selain merasa tidak berkembang ia juga merasa perusahaannya tidak memanfaatkan kemampuannya secara maksimal. Akibat hal itu, ia pun memutuskan untuk resign dan membangun bisnis baru.

    Kini, perusahaan yang dibangunnya di Amerika Serikat (AS), yakni perusahaan pengiriman peti kemas internasional menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar. Tidak hanya itu, dia pun menduduki posisi eksekutif di perusahaan tersebut.

    2. Atasan Toxic

    Manajer yang selalu menuntut, egois, sombong, dan tidak menghargai pendapat para bawahannya menjadi salah satu faktor para miliuner memutuskan untuk resign. Sebab, hal-hal itu dianggap tidak membantu mereka untuk meraih pencapaian baru.

    Seorang miliuner mengaku bahwa ia sangat muak dengan manajernya yang hanya bisa mengkritik dan tidak memberikan saran yang membangun atas pekerjaannya. Melihat hal itu sebagai red flag, ia pun memutuskan untuk resign dan memulai bisnis konstruksi di rumahnya sendiri.

    Saat ini, bisnis konstruksi yang dibangun pun menjadi perusahaan yang sukses dan berhasil membuat dirinya menjadi kaya raya.

    3. Lingkungan Kantor yang Tidak Sehat

    Salah satu tanda lingkungan kantor yang tidak sehat adalah budaya gosip antar karyawan. Budaya gosip dinilai memicu kecemasan dan rasa tidak nyaman seseorang untuk bekerja setiap hari.

    “Salah satu narasumber saya akhirnya memutuskan untuk resign karena lingkungan kantornya yang tidak sehat. Kini, ia bekerja di salah satu perusahaan dengan lingkungan yang lebih sehat dan memperoleh posisi yang tinggi,” sebut Corley, dikutip Jumat (24/2/2023).

    4. Gaji yang Tidak Cukup

    Para miliuner mengatakan, bila suatu perusahaan tidak memberikan gaji yang besar atau tidak memberikan kenaikan gaji, itu bisa menjadi alasan seseorang untuk segera resign. Sebab, gaji yang kecil tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih, biaya kebutuhan sehari-hari saat ini sudah semakin mahal.

    5. Pekerjaan yang Sangat Menguras Tenaga

    Corley mengatakan, salah satu respondennya memilih untuk resign karena pekerjaannya sangat menguras waktu dan tenaga. Salah satu contohnya adalah jarak antara kantor dan rumah yang jauh.

    “[Setelah resign] dia bekerja di industri farmasi. Di perusahaan tersebut, dia naik ke posisi senior dan pensiun dini berkat paket kompensasi saham yang sangat menjanjikan,” ujar Corley.

    Corley menyarankan, seseorang mulai harus mempertimbangkan jarak antara kantor dan rumah demi efisiensi waktu serta tenaga sebelum merasakan energi yang terkuras akibat pekerjaan.

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.