Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kemenkes Ungkap Daerah dengan Jumlah Anak Obesitas Tertinggi
    Inspiring You

    Kemenkes Ungkap Daerah dengan Jumlah Anak Obesitas Tertinggi

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman22 Februari 2023Updated:22 Februari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu lalu, salah seorang anak laki-laki berusia satu tahun asal Bekasi, Jawa barat viral di media sosial karena memiliki berat badan melebihi rata-rata anak seusianya, yakni 27 kg.

    Berdasarkan kurva pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang digunakan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berat badan anak tersebut dapat dikategorikan sebagai obesitas karena berat badan ideal anak laki-laki berusia satu tahun adalah 9,7 kg. Sementara itu, berat badan 13,4 kg sudah masuk dalam kategori obesitas.

    Dilansir dari Mayo Clinic, obesitas pada anak merupakan kondisi medis yang sangat serius. Sebab, obesitas pada anak dapat memicu komplikasi fisik lainnya, seperti diabetes tipe 2, kolesterol, tekanan darah tinggi, nyeri sendi, masalah pernapasan, hingga penyakit hati berlemak non-alkohol.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lantas, bagaimana kondisi obesitas anak di Indonesia?

    Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi kegemukan keseluruhan pada anak berusia lima hingga 12 tahun adalah sebesar 20 persen. Secara rinci, prevalensi tersebut mencakup gizi lebih sebesar 10,8 persen dan obesitas 9,2 persen.

    Namun, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, secara nasional angka overweight anak di Indonesia menurun jadi 3,5 persen persen. Dengan demikian, angka overweight menunjukkan penurunan sebesar 0,3 persen bila dibandingkan dengan 2021 yang mencapai angka 3,8 persen.

    Tercatat, Kepulauan Bangka Belitung menjadi provinsi dengan angka prevalensi overweight tertinggi, yaitu 7,6 persen.

    “Usia lima sampai 12 tahun adalah kelompok dengan peningkatan dan angka obesitas paling tinggi dibanding kelompok usia lainnya,” sebut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/2/2023).

    Nadia mengatakan, gizi lebih dan obesitas memberikan banyak dampak pada kelangsungan tumbuh kembang anak, di antaranya:

    • Meningkatnya risiko penyakit asma
    • Kardiometabolik yang menimbulkan risiko penyakit jantung, diabetes melitus, hingga stroke pada usia anak
    • Masalah muskuloskeletal atau tulang, sendi, dan otot
    • Penurunan keterampilan motorik kasar
    • Masalah citra tubuh
    • Perundungan
    • Masalah kesehatan jiwa
    • Gangguan makan berat, seperti Bulimia dan Anoreksia

    “Gizi lebih dan obesitas pada usia anak juga akan meningkatkan risiko obesitas dan beragam penyakit tidak menular sebesar lima hingga delapan kali di masa dewasanya kelak,” jelas dr. Nadia.

    “Sindrom kardiometabolik pada masa dewasa paling banyak disebabkan karena obesitas anak yang menetap menjadi obesitas dewasa,” lanjutnya.

    Ia menyebutkan, konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan menjadi salah satu faktor utama penyebab obesitas pada anak. Bila obesitas terus terjadi, anak dapat berisiko mengalami diabetes.


    Artikel Selanjutnya


    157 Pasien Gagal Ginjal Meninggal, Terbanyak Ada di Jakarta

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.