Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Profesor Ini Dikecam usai Usul Bunuh Diri Massal untuk Lansia
    Inspiring You

    Profesor Ini Dikecam usai Usul Bunuh Diri Massal untuk Lansia

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman16 Februari 2023Updated:16 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang asisten profesor ekonomi di Yale University dikecam usai mengusulkan bunuh diri massal untuk penduduk lanjut usia (lansia) di Jepang. Usulan itu dia ungkapkan usai ditanya soal cara menangani masalah sosial di tengah masyarakat Jepang yang populasinya didominasi lansia. Fenomena ini menjadi beban ekonomi bagi Jepang karena lansia menerima bantuan sosial, sementara mereka kekurangan penduduk usia produktif.

    “Saya rasa satu-satunya solusi sudah cukup jelas,” katanya dalam program berita online pada 2021. “Pada akhirnya, bukankah solusinya itu bunuh diri massal dan ‘seppuku’ massal orang tua?”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Seppuku, sering disebut “hara-kiri” di Barat, adalah bentuk ritual bunuh diri yang berasal dari prajurit samurai kuno Jepang. Tindakan mengerikan itu biasanya dilakukan dengan menusuk diri sendiri di perut dengan pedang pendek, kemudian memutar bilahnya ke atas untuk memastikan luka yang fatal.

    Tak cuma itu, Narita yang berumur 37 tahun juga pernah berkomentar soal euthanasia, praktek ‘mematikan pasien sekarat secara medis’ yang legal di sejumlah negara. 

    Menurut Narita, ada kemungkinan euthanasia akan menjadi praktek wajib di masa depan. 

    Meski demikian, usai mendapat kecaman, dalam wawancara dengan New York Times, Narita mengatakan bahwa pernyataannya telah “dikutip di luar konteks.”

    Menurutnya, usulan seppuku massal dia lontarkan mengacu kepada upaya untuk mendorong lansia turun dari posisi kepemimpinan dalam bisnis dan politik demi memberikan kesempatan kepada generasi muda. 

    Menurut New York Times, Narita sendiri sebenarnya hampir tidak dikenal bahkan di kalangan akademisi di AS. Meski demikian, pandangannya yang ekstrem dan sering kontroversial membuat asisten profesor tersebut memiliki ratusan ribu pengikut di media sosial. Pengikutnya kebanyakan adalah kaum muda Jepang yang frustrasi karena ekonomi mereka dikendalikan oleh masyarakat gerontokrasi. 

    Gerontokrasi secara umum dapat dipahami sebagai pemerintah atau badan pemerintahan yang dikendalikan oleh orang-orang tua.


    Lihat arikel lainnya


    6 Rahasia Panjang Umur Warga Okinawa Jepang, Ternyata Simpel


    Inspirasi Kamu Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.