Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Vaksin Booster Covid Harus Bayar Rp100 Ribu? Ini Kata Menkes
    Inspiring You

    Vaksin Booster Covid Harus Bayar Rp100 Ribu? Ini Kata Menkes

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 Februari 2023Updated:9 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Vaksin Covid booster kedua alias dosis ke-empat sudah mulai diberikan ke masyarakat umum di atas 18 tahun sejak pertengahan Januari. Namun, benarkah vaksin booster tidak akan gratis lagi?

    Lalu, berapa harga yang harus dibayar masyarakat untuk mendapat vaksin booster Covid?

    Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksin Covid-19 dosis booster kemungkinan akan dikenakan biaya sebesar Rp100 ribu bila pandemi Covid-19 telah bertransisi menjadi endemi. Menurutnya, besaran biaya tersebut masih dalam batas wajar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Harusnya ini pun bisa di-cover oleh masyarakat secara independen. Tiap enam bulan sekali Rp100 ribu, kan, menurut saya, sih, suatu angka yang masih make sense,” sebut Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (8/2/2023).

    Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan mengecualikan beban biaya tersebut kepada masyarakat tidak mampu melalui mekanisme Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS.

    Dalam kesempatan yang sama, Budi mengatakan bahwa pada masa transisi pandemi menuju endemi, Kemenkes akan aktif melakukan sosialisasi mengenai protokol kesehatan, di antaranya terkait vaksinasi, varian-varian baru Covid-19, dan imunitas masyarakat.

    Selain itu, masyarakat juga akan diberikan edukasi untuk melakukan tes Covid-19 secara mandiri. Terlebih, masyarakat dinilai sudah terbiasa dan mampu untuk menggunakan tes antigen dengan mandiri.

    “Kalau sakit (Covid-19), sudah tahu obatnya apa. Anti virusnya ada molnupiravir, nanti kita akan bawa paxlovid masuk sehingga bisa diakses di rumah sakit, seperti sakit flu atau sakit demam berdarah,” papar Menkes.

    “Sehingga ini menjadi suatu hal yang normal,” lanjutnya.

    [Dexpert.co.id]


    Lihat arikel lainnya


    Kasus Kematian COVID Lagi Tinggi, Lakukan Ini agar Selamat!

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.