Daftar Isi Jakarta, Dexpert.co.id – Pendiri sekaligus CEO aplikasi Telegram, Pavel Durov, ditangkap di Bandara Le Bourget, Prancis, pada Sabtu malam (24/8/2024). Durov ditangkap tak lama setelah tiba di bandara Le Bourget dengan jet pribadi dari Azerbaijan. Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Prancis mengenai penangkapan Durov. Namun, menurut sumber, kuat dugaan penangkapan Durov terkait dengan kurangnya moderasi pada Telegram dan penggunaannya oleh kelompok kriminal. Penangkapan Durov merupakan bagian dari investigasi awal yang dipimpin oleh OFMIN (Kantor Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Bawah Umur) Prancis. Lembaga tersebut telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Durov, dengan menyebutkan tuduhan yang…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – CEO Telegram Pavel Durov ditangkap di Bandara Le Bourget, Prancis, pada Sabtu (24/8) malam waktu setempat. Durov ditangkap tak lama setelah mendarat dengan jet pribadi dari Azerbaijan. Durov sendiri merupakan sosok kontroversial yang kerap menyuarakan kebebasan berpendapat dan pentingnya keamanan privasi. Ia berani menentang perintah pemerintah Rusia untuk berkooperasi, hingga Telegram diblokir di Rusia sejak 2018 hingga 2021. Kendati kontroversial, layanan Telegram memiliki basis pengguna yang cukup besar. Pengguna aktif bulanannya lebih dari 700 juta. Durov bahkan menargetkan Telegram memiliki 1 miliar pengguna hingga akhir tahun ini. Sebagai pemiliki aplikasi pesan singkat populer, Durov memiliki kekayaan US$…
Jakarta, Dexpert.co.id – Meta mengumumkan pemblokiran terhadap beberapa akun WhatsApp yang terafiliasi dengan kelompok peretas Iran. Dilaporkan, kelompok tersebut menargetkan para pejabat yang terkait dengan Presiden AS Joe Biden dan Mantan Presiden AS Donald Trump. Dalam blog resminya, Meta mengatakan akun-akun WhatsApp yang diblokir berasal dari aktor penjahat siber Iran yang disebut ‘APT42’.Google sebelumnya mendeskripsikan APT42 sebagai pelaku mata-mata siber yang dibekingi pemerintah Iran. Tak cuma Biden dan Trump, APT42 juga sebelumnya menargetkan para aktivis, lembaga pemerintahan, hingga outlet media. “Skema yang dilakukan bertujuan mengeksploitasi pejabat politik dan diplomat, para figur publik, termasuk beberapa pihak yang terkait dengan pemerintahan Presiden…