Jakarta – Ketua POKJA Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr. Erlina Burhan mengatakan meski sudah divaksinasi dan pernah terinfeksi Covid-19, seseorang tetap berpotensi terinfeksi kembali Covid-19 terutama varian Delta. Secara teori, mereka yang sudah divaksinasi dan penyintas memiliki antibodi yang memberikan kekebalan, namun antibodi yang terbentuk pada kurun waktu tertentu akan menurun dan berkurang. “Inilah yang menjadi alasan kalau tidak waspada, ada kemungkinan kalau terus menerus terekspos dengan virus jumlah yang besar maka jumlah virus yang banyak akan mengalahkan antibodi di dalam tubuh. Akibatnya terinfeksi lagi,” kata Erlina, Kamis (30/9/2021). Untuk itu, dia mengingatkan para penyintas dan mereka yang sudah divaksinasi…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta- Perusahaan teknologi GoTo, yang merupakan merger antara Gojek dan Tokopedia, dikabarkan bakal menggelar IPO di Bursa Efek Indonesia pada Januari 2022. Target dana dari IPO ini mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 43 triliun (kurs Rp 14.333). “IPO-nya Januari 2022 dan nilainya tidak kurang dari US$ 3 miliar,” ujar seorang eksekutif yang mengetahui rencana tersebut kepada CNBC Indonesia, Kamis (30/9/2021). Dengan rencana tersebut, GoTo akan menggunakan laporan keuangan Juni 2021 atau September 2021 untuk menggelar IPO. Bila menggunakan Juni 2021, maka rangkaian aksi korporasi ini harus sudah selesai maksimal Februari 2022. Sejalan dengan IPO ini, regulator sedang merumuskan setidaknya…
Jakarta – Kementerian Kesehatan telah memperingatkan masyarakat terjadinya gelombang ketiga Covid-19 pada Desember 2021, meski saat ini kasus baru di RI semakin melandai. Pasalnya, saat ini beberapa negara lain tengah mengalami gelombang baru Covid-19 meski vaksinasi secara masif terus dilakukan. Ahli Virologi Universitas Udayana Profesor I Gusti Ngurah Kade Mahardika menjelaskan alasan Covid-19 terjadi secara bergelombang, yakni karena karakteristik virus itu sendiri. Tanpa adanya intervensi dari pemerintah dalam penanganan pandemi maka polanya pasti bergelombang. Sehingga jika tidak ada intervensi, waktu tercepat pandemi berlangsung selama tiga tahun. “Tapi teknologi membuat vaksin cepat tersedia, mudah-mudahan di awal 2022 kita bisa mengatakan virus…