Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Omicron dikabarkan memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan varian Covid-19 lainnya. Bahkan disebut mirip dengan gejala flu atau pilek. Meski disebut lebih ringan, Spesialis Paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) mengingatkan ada kelompok masyarakat yang perlu jadi perhatian jika terkena omicron. Mulai dari lansia, komorbid dan belum divaksin jika terkena varian tersebut akan menjadi berbahaya. “Omicron lebih ringan dibandingkan Delta, tetapi lebih bahaya bila mengenai kelompok lansia, komorbid, dan belum divaksin,” ungkapnya, Jumat (25/2/2022). Dia juga melaporkan gejala omicron yang ditemukan di RS Persahabatan. Gejala terbanyak…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Perawatan omicron mengandalkan beberapa obat antivirus. Penggunaanya juga bergantung pada derajat penyakit seseorang. “Ada beberapa obat antivirus yang dipakai, dan sudah kita rekomendasikan juga di buku 5 organsiasi profesi. Saya kira juga adopsi Kementerian Kesehatan,” kata Spesialis Paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K), pada Jumat (25/2/2022). Obat antivirus yang digunakan adalah Favipiravir, Molnupiravir, Nirmatrelvir/Ritonavir, dan Remdevisir. Dalam tata laksana Farmakologis, dia menyatakan semua tingkatan gejala mendapatkan vitamin C dan D. Tetapi untuk orang yang tanpa gejala tidak ada anti virus. “Sedangkan yang ringan ada antivirus, sedang…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Omicron diketahui memiliki subvarian BA.2 yang juga telah menyebar di beberapa negara dan menyebabkan kenaikan kasus. Ternyata BA.2 juga telah ditemukan di Indonesia. Spesialis Paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) mengungkapkan BA.2 sudah ditemukan di Indonesia pada bulan Januari lalu. “Subvarian BA.2 ini kejadiannya meningkat di India dan Denmark. Belakangan juga di Indonesia mulai tinggi angka BA.2 ini,” kata Erlina, pada Jumat (25/2/2022). “Januari sebenarnya sudah mulai ada, kami di (rumah sakit) Persahabatan merawat pasien kemudian diketahui subvarian BA.2. Tapi dari pasien gejalanya mirip saja dengan…

Read More