Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin memblokir sejumlah platform termasuk Facebook, Instagram dan Twitter untuk mengendalikan narasi terkait serangan ke Ukraina. Namun ternyata masyarakat Rusia punya cara lain menembus kebijakan itu, yakni melalui Virtual Private Networks (VPN). Dengan VPN, mereka bisa menggunakan aplikasi-aplikasi yang diblokir di Rusia. Dilaporkan masyarakat setempat berbondong-bondong download VPN. Sensor Tower melaporkan dalam pekan 28 Februari, pengguna internet Rusia mengunduh lima aplikasi VPN terkemuka di toko aplikasi Apple dan Google. Jumlahnya mencapai 2,7 kali atau tiga kali lipat dari minggu sebelumnya, dikutip dari CNN Internasional, Rabu (16/3/2022). Pertumbuhan itu sesuai juga dengan laporan dari sejumlah…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Startup yang didanai Softbank, Arm mengumumkan rencananya untuk melakukan PHK massal. Rencana ini muncul setelah kesepakatan akuisisi antara perancang chip asal Inggris dan Nvidia batal beberapa minggu lalu. Ada sekitar 1.000 pekerjaan atau 15% dari tenaga kerjanya secara global yang mungkin terdampak dari keputusan tersebut. Arm memiliki 6.400 pegawai di seluruh dunia. Dari jumlah itu, setengahnya bekerja di Inggris. “Seperti bisnis apapun, Arm terus meninjau rencana bisnisnya memastikan perusahaan punya keseimbangan tepat antara peluang dan disiplin biaya,” kata juru bicara perusahaan, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (16/3/2022). “Sayangnya proses tersebut mencakup usulan pengurangan tenaga kerja di seluruh angkatan kerja…
Jakarta, Dexpert.co.id – Pendiri Softbank, Masayoshi Son sepertinya sedang menghadapi periode kurang baik. Sebab menurut Bloomberg Billionaires Index kekayaannya menurun tajam US$25 miliar dalam setahun terakhir atau Rp 357,2 triliun. Saat ini kekayaannya tinggal US$13,7 miliar (Rp 195,9 triliun). Hal ini disebabkan dengan kejadian yang menimpa Softbank tahun lalu, seperti dilaporkan Bloomberg News, dikutip Rabu (16/3/2022). Sebelumnya Softbank begitu terbang tinggi, dilihat dari hasil investasi menguntungkan di Alibaba Group. Selain itu juga menanamkan uang pada sejumlah perusahaan baru yang menjanjikan di masa depan. Namun ternyata masalah mulai menumpuk dari tindakan keras China pada industri teknologi, perang Rusia dan Ukraina, hingga inflasi pasar. Saham…