Jakarta, Dexpert.co.id – CNBC Indonesia Economic Outlook 2022 dengan tema ‘Percepatan Pemulihan Ekonomi Indonesia’ menghadirkan dialog eksklusif dan paparan dari para tokoh ekonomi dan ahlinya untuk mengulas arah, strategi dan tantangan pemulihan ekonomi nasional 2022. Director ICT Strategy and Business Huawei Cloud Indonesia, Mohamad Rosidi menyebutkan bahwa layanan Huawei Cloud sebagai everything as services yang terdiri atas 3 komponen layanan yakni, infrastruktur, teknologi dan expertise as a services. Lalu bagaimana program Huawei yang berperan dalam pemulihan bisnis dan ekonomi bekelanjutan RI? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Mohamad Rosidi, Director ICT Strategy and Business Huawei Cloud Indonesia dalam Economic Outlook…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Telkom punya caranya sendiri untuk mendigitalisasi Indonesia. Perusahaan itu memiliki sejumlah cara termasuk dengan membuat program Leap. Program itu disebutkan bagian dari transformasi untuk menumbuhkan inovasi dan talenta digital. Leap memiliki tiga strategi yaitu membangun digital connectivity, digital platform, dan digital services. Deputy EVP Digital Business Builder Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa menjelaskan dalam digital connectivity, pihaknya akan menggenjot terus untuk konektivitas. Termasuk mencakup lapisan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. “Digital platform, membangun big data, IoT, cyber security, dan platform digital diatasnya. Terakhir digital service masing-masing ekosistem baik logistik, kesehatan, di mana membutuhkan solusi membutuhkan solusi di dalam…
Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam beberapa waktu terakhir, internet penuh sesak dengan istilah baru. Ada Metaverse, NFT, dan kali ini ada Web 3.0, hingga Tokenomics. Founder dan CEO UpBanx Wafa Taftazani mengatakan, token ekonomi yang berbasis blockchain bisa berlangsung karena ada penawaran dan suplai, apalagi barang dan jasa yang ada di web 3.0 sangat terdiversifikasi. Dia menyebutkan dari desain NFT, bangunan metaverse, ataupun game. “Di Indonesia memang belum mumpuni, ada demand tinggi, tapi suplai kualitas tinggi untuk proyek Web 3.0 masih belum banyak, sehingga ketika ada demand dan tidak ada supply maka bad actors bermain,” kata Wafa pada CNBC Indonesia Economics…